Mon 18 Mar 2019
Menyambut HUT Hetanews.com ke 5, kami membuka peluang terhadap jurnalis-jurnalis muda (usia 21-31) untuk bergabung dengan kami di seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut).
Kirim lamaran dan CV ke alamat Redaksi di Jalan Narumonda Atas No 47, Pematangsiantar-21124, Tel (0622-5893825) HP: 082167489093 (Reni)/ 082274362246 (Tommy Simanjuntak) atau Email: redaksihetanews@gmail.com. Pengumuman ini berlaku dari 7 Maret sampai 7 April 2019. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Luar Biasa, Marbot Ini Kuasai 7 Bahasa Asing

Marbot Mesjid di Malaysia ini mampun bicara dalam 7 bahasa asing (Foto:Aboutmoslem)

Malaysia, hetanews.com - Seorang pria asal Malaysia yang bekerja sebagai penjaga masjid alias marbot cakap berkomunikasi dalam tujuh bahasa asing. Kemampuan ini membuatnya berkomunikasi dengan mudah bersama turis asing yang mengunjungi masjid tersebut.

"Saya belajar kata-kata atau frasa yang tidak saya mengerti berulang-ulang kali, dengan begitu saya bisa fasih berbicara bahasa tersebut," kata Mohamad Khairul Azhar Mohd Razali yang  menjaga Masjid Putra di Putrajaya. Dia mengatakan mempelajari bahasa Mandarin, Jepang, Korea, Vietnam, Persia, Thailand, dan Inggris dalam waktu 17 bulan.

Penggemar linguistik ini juga menginformasikan bahwa dia sedang belajar bahasa Filipina, karena beberapa pengunjung banyak yang datang dari Filipina, khususnya Muslim Mindanao. Dibesarkan di Kelantan, lelaki itu awalnya hanya bisa berbicara dalam dialek Kelantan - bahasa asli Melayu - ketika dia pertama kali bekerja di ibu kota Kuala Lumpur.

Setelah menyadari bahwa berkomunikasi dengan orang lain sangat sulit, Khairul memutuskan untuk belajar Bahasa Malaysia pada Mei 2017. Dalam waktu tiga bulan, dia berhasil menguasai dan berbicara bahasa tersebut dengan lancar.

Pemicu untuk bisa multibahasa

"Saya pertama kali termotivasi untuk belajar bahasa baru karena memang pekerjaan saya membutuhkan saya untuk bisa berkomunikasi dengan turis asing yang mengunjungi Masjid Putra yang memang menarik perhatian banyak orang dari seluruh dunia," jelas Khairul, dikutip Aboutislam, Kamis (14/3/2019).

Untuk bisa berhasil, Khairul mulai meminta pengunjung asing masjid untuk mengajarinya frasa dasar dalam bahasa ibu mereka, yang kemudian akan dia praktekkan sampai dia bisa menjadi fasih. Khairul mengatakan jika ada salah kata, para turis siap membantunya untuk menerjemahkan kata tersebut dengan benar dan dia langsung mencatat semua yang dipelajari di buku catatannya.

Sekarang dia pun sangat suka untuk mempelajari bahasa asing dan bertemu dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda. Khairul juga tidak keberatan dengan kesulitan yang dia terima dari pekerjaannya.

“Bahkan kelelahan dari shift 12 jam tidak menghentikan saya dari keinginan untuk meningkatkan diri menjadi lebih baik. Saya sangat berterima kasih kepada para wisatawan," kata Khairul dengan gembira.

Menariknya, Masjid Putra adalah masjid utama di Kota Putrajaya. Pembangunannya dimulai pada tahun 1997 dan selesai dua tahun kemudian untuk menampung 15.000 umat. Terletak di sebelah Perdana Putra, yang dimana terdapat kantor Perdana Menteri Malaysia dan Danau Putrajaya.

Di depan masjid terdapat alun-alun besar dengan tiang bendera yang mengibarkan bendera negara Malaysia. Masjid Putra yang berwarna merah muda, dibangun dengan granit berwarna merah dan memiliki tiga area fungsional utama - aula shalat, Sahn atau halaman, dan berbagai fasilitas belajar serta ruang serba guna.

sumber: okezone.com

Editor: bt.