Mon 18 Mar 2019
Menyambut HUT Hetanews.com ke 5, kami membuka peluang terhadap jurnalis-jurnalis muda (usia 21-31) untuk bergabung dengan kami di seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut).
Kirim lamaran dan CV ke alamat Redaksi di Jalan Narumonda Atas No 47, Pematangsiantar-21124, Tel (0622-5893825) HP: 082167489093 (Reni)/ 082274362246 (Tommy Simanjuntak) atau Email: redaksihetanews@gmail.com. Pengumuman ini berlaku dari 7 Maret sampai 7 April 2019. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Bupati Sergai: Jangan Jadikan Sungai Latar Belakang Rumah

Bupati Sergai, Soekirman saat menjadi narasumber, di Aula Sultan Serdang. (foto/sutrisno)

Sergai, hetanews.com - Kita semua harus lebih menjaga sungai, sebab sungai mulai rusak. Terlihat dari berbagai sungai yang ada di Sumatera Utara terkhusus Sergai. Sungai-sungai kini terlihat begitu luar biasa sampah yang melintasinya. Banyak ibu rumah tangga yang mencuci di bantaran sungai, memanfaatkan sungai untuk kebutuhan keluarga, namun dengan semakin banyaknya sampah, membuat para kaum ibu terganggu dalam pemanfaatannya.

Hal ini disampaikan Bupati Sergai, Soekirman saat menjadi narasumber dalam acara Pra Kongres Sungai ke 4 tahun 2019,  di Aula Sultan Serdang, Kompleks Kantor Bupati Serdang Bedagai, di Sei Rampah, Kamis (14/3/2019).

Kata Bupati lagi, pada tahun 70-an terdapat sekitar 23 jenis ikan yang mendiami perairan Sergai, namun pada tahun 2006,  ikan ikan tersebut mulai punah dan kini tinggal 7 jenis ikan saja.

Itu pun, ada satu ikan yang kami belum tau apa guna dan manfaatnya serta nilai ekonominya. Kami di Sergai, menyebutnya dengan nama ikan sapu - sapu, ungkap Bupati.

Bupati juga memiliki rencana akan menjadikan Sungai Rampah menjadi objek wisata sungai yang menyajikan beragam jenis transportasi air, wahana permainan air serta beragam jenis makanan yang dapat dinikmati setiap pengunjung.

"Jadi, jika kita mau bekerjasama dalam menanggulangi sungai yang telah sakit, itu belum terlambat,  walau kita menduduki tempat kedua setelah China dalam hal sampah plastik.  Kita harus tetap optimis, pasti akan berhasil. Jangan jadikan sungai sebagai latar belakang rumah, namun jadikan sungai sebagai latar depan rumah, agar pencemaran sungai dapat terhindari, “pesan Bupati.

Penulis: sutrisno. Editor: gun.