HETANEWS

Terdakwa Ini Berdalih Semua ‘BB’ Milik DPO, Hanya Terima Upah Pakai Sabu

Terdakwa Yani meninggalkan ruang sidang usai mendengarkan keterangan saksi. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Terdakwa Yani (40), digerebek Satnarkoba Polres Simalungun, di rumahnya, Kampung III, Nagori Purba Ganda, Kecamatan Pematang Bandar, Simalungun, pada Jumat, 19 Oktober 2018, sekira pukul 17.00 WIB, lalu.

Demikian diungkapkan saksi, Ade Firmansyah Nasution, saat memberikan kesaksian, di persidangan, Kamis (14/3/2019), di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun.   

Saksi, bersama rekannya,  Marolop Sinaga, Aswin Manurung, Marudut Nababan dan Andi Nainggolan, sebelumnya mendapat informasi, jika di rumah terdakwa sering dijadikan sebagai tempat transaksi narkotika.

Petugas bersama Gamot, bernama Nasib, melakukan penggeledahan. Akhirnya petugas menyita barang bukti (BB), 1 kotak obat merek babyface berisikan 2 bungkus plastic klip kecil berisikan sabu, dan uang tunai Rp 250.000,.

Juga 55 plastik klip kosong, ditemukan didalam selimut atas ambal, di ruang tamu dalam rumah terdakwa, bong, botol pepsi, pipet, kaca pirex dan  buku notes bertuliskan transaksi uang. Gunting dan hp Samsung hitam, jelas saksi, di depan majelis hakim, pimpinan Jon Sarman Saragih.

Tapi menurut terdakwa, semua barang bukti tersebut adalah milik Adi alias AI (DPO) yang tinggal di rumahnya. Terdakwa  mengetahui keberadaan barang - barang tersebut, tapi  tidak melarangnya karena terdakwa  diberi upah memakai sabu secara  gratis, ungkap saksi.

Keterangan itu dibenarkan terdakwa. Hanya saja, terdakwa Yani tidak dapat menunjukkan keberadaan AI. Terdakwa pun bersama barang bukti sabu seberat 0,32 gram, diamankan ke Polres Simalungun dan diproses.

Sebelumnya, jaksa Juna Karo-Karo, menjerat terdakwa dengan pasal 114 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Masih dalam agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi, majelis hakim menunda persidangan hingga Senin untuk memberi kesempatan jaksa menghadirkan saksi lainnya.

Penulis: ay. Editor: gun.