Mon 18 Mar 2019
Menyambut HUT Hetanews.com ke 5, kami membuka peluang terhadap jurnalis-jurnalis muda (usia 21-31) untuk bergabung dengan kami di seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut).
Kirim lamaran dan CV ke alamat Redaksi di Jalan Narumonda Atas No 47, Pematangsiantar-21124, Tel (0622-5893825) HP: 082167489093 (Reni)/ 082274362246 (Tommy Simanjuntak) atau Email: redaksihetanews@gmail.com. Pengumuman ini berlaku dari 7 Maret sampai 7 April 2019. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Jual Tanah yang Sama Berulang Kali, Warga Gunung Malela Ini Diganjar 3 Tahun

JPU Christianto Situmorang dan terdakwa saat mendengar vonis, di PN Simalungun (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Supadi (47), warga Huta II, Nagori Bangun, Kecamatan Gunung Malela, dihukum 3 tahun penjara oleh majelis hakim, pimpinan Roziyanti, di PN Simalungun, Kamis (14/3/2019).        

Vonis tersebut, conform (sama) dengan tuntutan jaksa, Christianto Situmorang. Hakim dan jaksa, sependapat mempersalahkan terdakwa dengan pasal 378 KUH Pidana.        

Terdakwa Supadi, terbukti telah menjual tanahnya seluas 1.820 M2, di Dusun II Nagori Bangun, kepada saksi Surjat Sing alias Jite, seharga Rp.232 juta. Ditandai dengan bukti kwitansi dan surat jual beli pada 5 Pebruari 2014, lalu.        

Tapi pada tenggang waktu 2014-2016, terdakwa menjual tanah yang sama secara kaplingan kepada saksi Komeljit, Frans Ambarita, H Suyono WR, Susilawati, Reniwati, Suwandi Purba, Kardarni dan Hairudin Chaniago.         

Lalu pembeli pertama, karena tidak punya uang, menjual kembali tanah tersebut kepada Sinde, seharga Rp.232 juta. Sehingga Sinde memasang pondasi atas tanah yang dibelinya. 

Akibatnya, pembeli kedua secara kaplingan, yakni korban Komeljit dkk, merasa keberatan dan mengadukan ke kantor Pangulu. Akibatnya, para korban mengalami kerugian hingga ratusan juta.         

Atas putusan itu, terdakwa pun menerimanya, dan juga jaksa. Persidangan dibantu, panitera A Manurung, dinyatakan selesai dan ditutup.

Penulis: ay. Editor: gun.