HETANEWS

Sindikat Pengedar Sabu Diadili PN Simalungun

Jaksa Barry saat membacakan surat dakwaan kepada 4 terdakwa. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Empat terdakwa, menjadi sindikat beredarnya sabu. Ke-4 terdakwa, Rusli (31), warga jalan Setia Huta V Karang Rejo, Kecamatan Gunung Maligas, Edy Restu Tito Damanik alias Kirun (36), warga yang sama dengan Rusli. Juga terdakwa Hartono (38), seorang montir yang tinggal di jalan Cempaka Siantar Barat dan terdakwa Rudi Gultom (44), di Kelurahan Setia Negara Siantar, diadili di PN Simalungun, Kamis (14/3/2019).           

Tertangkapnya ke-4 terdakwa, setelah anggota Satnarkoba Polres Simalungun, berhasil menangkap Rusli, di rumahnya.

Dengan barang bukti 3 paket ganja dan sepaket sabu seharga Rp.500 ribu dari dalam kotak rokok sempurna kecil.          

Berdasarkan pengakuan Rusli, 3 bungkus ganja dibeli dari Roni (DPO), seharga Rp.20 ribu. Sedangkan sabu dibeli dari Kirun, seharga Rp.500 ribu. Petugaspun membawa Rusli mencari Kirun.          

Kirun ditangkap bersama Hartono, di Simpang Rami, jalan Medan, Kecamatan Siantar Martoba, dengan barang bukti 0,38 sabu. Kirun membenarkan ada menjual sabu kepada Rusli. Sabu tersebut dibeli dari Rudi Gultom, melalui Hartono, di dekat jembatan, jalan Handayani Siantar.          

Polres Simalungun berhasil menangkap Rudi Gultom, di rumah Juita br Gultom, di kecamatan Siantar Sitalasari. Barang bukti yang disita dari Rudi sebanyak 8,78 gram sabu, uang Rp.485 ribu, timbangan digital, dan Hp Samsung lipat warna putih.          

Sabu sebanyak itu, diakui dibeli dari Edy Rahmat (DPO) seharga Rp.8.500.000, sebanyak 10 gram. Terdakwa Rudi juga membenarkan ada menjual sabu kepada Kirun dan Hartono yang mengambilnya.         

Jaksa Barry Sugiharto, menjerat para terdakwa dengan pasal 114 dan pasal 112 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika. Didampingi pengacara, Ronald Pasaribu, terdakwa menyatakan tidak keberatan dengan dakwaan tersebut.         

Roziyanti, selaku hakim ketua majelis, menunda persidangan hingga Kamis mendatang untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi.

"Untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi, persidangan kita tunda satu Minggu,"kata Rozi sambil mengetuk palu.

Penulis: ay. Editor: gun.