Sat 23 Mar 2019
Menyambut HUT Hetanews.com ke 5, kami membuka peluang terhadap jurnalis-jurnalis muda (usia 21-31) untuk bergabung dengan kami di seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut).
Kirim lamaran dan CV ke alamat Redaksi di Jalan Narumonda Atas No 47, Pematangsiantar-21124, Tel (0622-5893825) HP: 082167489093 (Reni)/ 082274362246 (Tommy Simanjuntak) atau Email: redaksihetanews@gmail.com. Pengumuman ini berlaku dari 7 Maret sampai 7 April 2019. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Usai Ibu Ledakkan Diri di Rumah, Keberadaan 3 Anak Teroris Sibolga Misteri

Penggerebekan Teroris di Sibolg

Sibolga, hetanews.com - Keberadaan tiga anak terduga teroris, Husain alias Abu Hamzah pascaledakan bom di rumahnya di Sibolga, Sumatera Utara masih misteri. Polisi baru mengidentifikasi dua jasad, istri dan anak bungsu Husain tewas akibat bom bunuh diri Rabu dini hari kemarin.

"Belum diketahui. Yang jelas jasadnya (teridentifikasi) cuma dua. Yang tiga itu apakah melarikan diri lewat belakang atau ke mana kita belum tahu, masih didalami," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, di kantornya Jakarta, Kamis (14/3).

Pengakuan Husain kepada penyidik, dia memiliki empat orang anak, masing-masing berinisial H (18), A (16), S (11), dan H (2). Sementara saat ini polisi baru mengidentifikasi dua jasad yakni istri Husain dan anak bungsunya yang masih balita.

Polisi, kata Dedi, berjanji akan memberikan perlindungan dan penanganan khusus terhadap ketiga anak Husain saat ditemukan dalam kondisi hidup nanti. Sebab, rata-rata usianya masih di bawah umur.

"Pasti akan dilindungi. Kalau anak anak itu perlakuannya khusus," kata Dedi.

Jenderal bintang satu itu kemudian mencontohkan penanganan anak teroris Surabaya yang selamat dari bom bunuh diri orangtuanya. Selain soal keamanan, negara juga menjamin pendidikannya.

"Kita juga istilahnya nanti dari BNPT juga ikut membantu untuk proses pendidikannya, merecovery dari sisi mental dan psikologisnya, akan dikontraradikalisasi," ucap Dedi.

Penangkapan Husain alias Abu Hamzah dilakukan Densus 88 Antiteror Polri di Sibolga pada Selasa 12 Maret 2019 sekitar pukul 14.23 WIB. Dalam operasi itu, sebuah bom meledak dari dalam rumah pelaku yang melukai petugas kepolisian.

Pada operasi itu, polisi baru bisa menangkap Husain. Sementara istri dan anaknya memilih bertahan di dalam rumah. Aparat terus melakukan negosiasi untuk membujuk istri dan anak Husain menyerahkan diri.

Namun negosiasi akhirnya gagal setelah istri Husain memilih meledakkan diri menggunakan bom takitan dari dalam rumahnya sekitar pukul 2.00 WIB dini hari tadi. Istri dan anak Husain tewas dalam peristiwa tersebut.

sumber: merdeka.com

Editor: sella.