HETANEWS

Mengenal Maryono,Tukang Becak Viral yang Mengayuh Bak 'Superman'

Maryono, tukang becak yang mendadak viral usai videonya mengangkut tripleks beredar (Foto: YouTube Trans7 Official)

Jakarta, hetanews.com - Beberapa waktu lalu, sebuah video tukang becak yang mengangkut triplek mendadak viral di media sosial. Video tersebut menjadi banyak perbincanggan lantaran cara mengayuh becak tersebut terbilang tidak lazim.

Jika biasanya tukang becak mengayuh becak dengan posisi duduk di sadel, namun berbeda dengan tukang becak satu ini. Ia justru terlihat layaknya superhero Superman. Bedanya, jika Superman terlihat keren, namun tukang becak ini justru terlihat sangat mengharukan. Pasalnya, ia tidak terlihat karena tertutup barang yang diangkut di atas becaknya.

Setelah video tersebut beredar, tukang becak yang diketahui bernama Maryono itu diundang ke acara Hitam-Putih di Trans 7, Rabu (13/3).

Dilansir YouTube Trans7 Official, Kamis (14/3), pria tersebut berumur 63 tahun dan berasal Pekalongan, Jawa Tengah. Maryono mengisahkan bahwa dirinya telah menjalani profesi sebagai tukang becak sejak tahun 1970. Saat itu usianya baru 13 tahun. Namun, hingga sekarang ia masih menekuni profesi tersebut.

Maryono mengaku telah memodifikasi becaknya. Maryono membuat lubang di bagian tempat duduk yang biasa ditempati penumpang. Lubang tersebut nantinya digunakannya untuk posisi tengkurap sehingga kakinya bisa mengayuh becaknya. Sementara tangannya berpegangan pada sisi depan becak sekalian mengendalikan arah lajunya becak.

Maryono sengaja memodifikasi becaknya agar tidak hanya bisa digunakan untuk mengagkut penumpang, namun juga mengangkut barang yang panjang dan lebar. Jika sudah begitu, tidak memungkinkan dirinya duduk di sadel becak.

"Tujuannya untuk kalau saya membawa barang panjang-lebar, kalau ndak bisa jalan begitu gak bisa narik", kata Maryono.

Cara tersebut dirasa lebih efektif, daripada dirinya harus menuntun becak yang bermuatan barang-barang yang panjang dan lebar, seperti tripleks. Selain itu, Maryono juga kerap mengangkut barang seperti, lemari hingga pagar.

"(kalau) saya narik tapi jalan kaki, lama sekali", tambahnya.

Pendapatan Maryono dalam sehari terbilang sangat kecil. Dalam sehari Maryono biasa mendapatkan uang Rp 25-50 ribu. Bahkan, ia mengaku pernah tidak mendapatkan uang sepeser pun karena tidak ada yang menggunakan jasanya.

Dalam kesehariannya, Maryono mengaku tinggal di sebuah musala. Kadang ia ikut bantu bersih-bersih di sana. Ia mengaku tidak tinggal bersama istri lantaran sudah pisah .

Dirasa penghasilannya sebagai tukang becak belum mencukupi kebutuhan hidupnya, Maryono juga memiliki pekerjaan lain. Ia biasa kerja di sebuah toko bangunan sebagai kuli panggul semen meski usianya tidak lagi muda. Ia juga biasa bekerja sebagai penebang pohon kelapa jika ada orang yang memintanya.

Dalam sebulan, Maryono berhasil mengumpulkan uang sekitar Rp 1 juta dari hasil keringatnya menjalani pekerjaan sebagai tukang becak hingga kuli panggul. Sebagian dari pendapatannya itu diberikan kepada mantan istrinya. Sebagian lagi untuk dirinya.

Saat ditanya Deddy Corbuzier perihal keinginan, Maryono mengatakan bahwa dirinya ingin jual-beli becak. Namun, ia mengisahkan pengalaman pahitnya saat becaknya pernah hilang diambil orang. KTP, uang, hingga perabotannya yang berada di becak turut raib.

Meski demikian, Maryono tidak menampik jika ia masih berkeinginan untuk membuka usaha itu. Atas keinginan itu, Maryono diberi modal sebesar Rp 10 juta oleh tim yang mengundangnya di acara tersebut. Uang itu diserahkan untuk digunakan Maryono sebagai modal usaha di usianya yang kini tidak lagi muda.

sumber: kumparan.com

Editor: sella.