Mon 18 Mar 2019
Menyambut HUT Hetanews.com ke 5, kami membuka peluang terhadap jurnalis-jurnalis muda (usia 21-31) untuk bergabung dengan kami di seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut).
Kirim lamaran dan CV ke alamat Redaksi di Jalan Narumonda Atas No 47, Pematangsiantar-21124, Tel (0622-5893825) HP: 082167489093 (Reni)/ 082274362246 (Tommy Simanjuntak) atau Email: redaksihetanews@gmail.com. Pengumuman ini berlaku dari 7 Maret sampai 7 April 2019. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

ACTA Libatkan Ahli Hukum Internasional untuk Pulangkan Rizieq,

Jakarta, hetanews.com - Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) akan melibatkan ahli hukum internasional untuk memperjuangkan kepulangan tokoh FPI Rizieq Shihab ke Indonesia. Nantinya, ahli hukum tersebut akan diundang dalam acara diskusi publik. 

ACTA juga telah bekerjasama dengan HRS Center untuk memperjuangkan kepulangan Rizieq dari Mekkah ke Indonesia. Kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding di kantor ACTA, Jakarta, pada Rabu (13/3). 

ACTA merupakan organisasi berorientasi di bidang advokasi yang berafiliasi dengan Paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. HRS Center sendiri memiliki kepanjangan Habib Rizieq Shihab Center yang didukung oleh DPP FPI. 

"Hari ini Rabu 13 Maret 2019, telah dilangsungkan penandatangan nota kesepahaman memorandum of understanding antara Advokat Cinta Tanah Air dengan HRS Center," ucap Kepala HRS Center Abdul Khoir membacakan note kesepahaman di kantor ACTA, Jakarta, Rabu (13/3).

Abdul berharap ACTA segera menggelar diskusi publik yang melibatkan ahli hukum internasional. Nantinya, HRS Center akan turut membantu penyelenggaraan acara tersebut. 

Diskusi publik itu, ucap Abdul, perlu dilakukan untuk mengidentifikasi hal yang perlu dilakukan dalam rangka memulangkan Rizieq Shihab ke Indonesia. Pihak yang dilibatkan juga tidak hanya pemuka agama Islam, tetapi lintas agama dan latar belakang keilmuan. 

"Sehingga ini menjadi tekanan politis kepada pemerintah sekaligus dapat dimaksimalkan untuk perjuangan berikutnya," kata Abdul. 

Abdul mengatakan bahwa Rizieq terkena sanksi akibat tinggal terlalu lama di Arab Saudi atau overstay. Dengan kata lain, sudah melebihi batas maksimal yang diizinkan. Itu pun, lanjutnya, merupakan akibat dari pemerintah Indonesia yang seolah tidak ingin membantu perizinan Rizieq. 

Sanksi yang harus diterima adalah Rizieq tidak bisa meninggalkan Arab Saudi hingga Juli 2019. Dia menyayangkan hal itu. Abdul menyebut pemerintah Indonesia khususnya Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Arab Saudi yang telah membuat Rizieq harus menanggung sanksi tersebut.

Abdul menduga ada korelasi antara Pemilu 2019 dengan Rizieq yang dipersulit untuk pulang ke Indonesia. Dia mengatakan hal itu merujuk dari sanksi yang mana Rizieq tidak dapat kembali ke Indonesia hingga Juli mendatang. 

"Ini ada korelasi terkait dengan saat kampanye pilpres dan penghitungan suara. Apakah ini terkait sandera politik , yang memang menginginkan Habib Rizieq tetap di Saudi karena tidak dapat dipungkiri Habib Rizieq mampu menggerakkan massa yaitu aksi 212," tutur Abdul.

Ketua Dewan Pembina ACTA Habiburokhman menyambut baik kerja sama pihaknya dengan HRS Center. Dia mengatakan kerja sama itu merupakan kelanjutan dari janji capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang ingin menjemput Rizieq di Mekkah jika memenangkan Pilpres 2019. 

"Kami akan serius dan sungguh - sungguh memperjuangkan kepulangan Habib Rizieq, mulai hari ini dan ketika Pak Prabowo dinyatakan memenangkan pemilu 2019," ucap Habiburokhman.

Habiburokhman adalah calon anggota legislatif DPR dari Partai Gerindra. Dia berjanji akan memprioritaskan upaya pemulangan Rizieq jika terpilih sebagai anggota DPR.

Meski begitu, dia belum mau menjelaskan langkah yang akan dilakukan dirinya dan ACTA sebagai kelanjutan kerja sama dengan Rizieq. Dia mengatakan itu bakal dibicarakan lebih lanjut setelah Prabowo dinyatakan Sebagai pemenang Pilpres 2019. 

"Secara teknis akan dibicarakan Ketika Prabowo sudah memenangkan pemilu," ujar Habiburokhman.

sumber: cnnindonesia.com

Editor: sella.