HETANEWS

Suami Diancam Hukuman Seumur Hidup, Istri Syok Berat

Kedua terdakwa usai sidang, seorang diantaranya diikuti wanita yang menangis. (foto/ren)

Asahan, hetanews.com – Dua terdakwa narkoba diancam hukuman seumur hidup menyampaikan nota pembelaan (Pledoi) di Pengadilan Negeri Kisaran, Rabu (13/3/2019).

Mardhani (42) alias Dhani, warga Jalan DI Panjaitan, Kel Aek Loba Pekan, Kec Aek Kuasan, dan Marzuki (43) alias Zuki, warga Jalan Cempaka, Kel Cempaka, Kec Simpang Empat, dituntut atas kepemilikan 20 Kg sabu.

Dalam Pledoi yang dibacakan Kartika Sari, Tim Kuasa Hukum dari Posbakum LBH Medan, menyatakan keberatan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Roy Baringin Tambunan.

"Kami selaku tim pengacara kedua terdakwa tidak sependapat dengan apa yang di dakwaan oleh JPU, karena fakta persidangan membuktikan keduanya tidak sedang melakukan transaksi narkotika dan bukan sebagai target operasi. Perlu digaris-bawahi bahwa sabu bukan milik keduanya melainkan seorang DPO yang bernama Ayah," ujar Kartika di ruang sidang Kartika.

Sementara itu, JPU ditanyai Majelis Hakim diketuai Dr Ulina Marbun terkait Pledoi menyatakan tetap pada tuntutan.

"Yang mulia kami tetap pada tuntutan awal yakni memohon kepada yang mulia untuk menjatuhkan pidana penjara seumur hidup terhadap kedua terdakwa," jawab Roy.

Mejelis Hakim sidang kemudian menutup sidang dan akan dilanjutkan pekan depan (20/3), untuk pembacaan putusan.

Namun tak lama sidang ditutup, seorang wanita berpakaian Gamis merah muda bersama seorang anaknya mendadak menangis histeris. Wanita diketahui istri dari salah satu terdakwa menolak memberi komentar ditanyai wartawan.

"Saya sedang syok berat bang, mohon untuk tidak mengambil keterangan apapun dari saya, benar-benar tidak bisa menerima kenyataan saya bang," katanya sedih.

Diketahui, kedua terdakwa ditangkap oleh petugas Bareskrim Polri pada 15 September 2018. Sabu sebanyak 20 bungkus (1 Kg/bks) ditemukan petugas dari tong/jerigen di rumah terdakwa Dhani.

Penulis: ren. Editor: bt.