HETANEWS

Alamak!! Anak Diculik OTK, Polisi Tolak Laporan Ortu

Korban saat hendak membuat laporan pengaduan. (foto/adr)

Medan, hetanews.com - Anaknya diculik orang tak kenal (OTK), T Sirait (47) panik bukan kepalang. Berharap Polisi bisa membantunya untuk meringkus para pelaku, namun Petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Percut Sei Tuan dan Polsek Delitua, malah menolak kedatangannya. 

"Dua-dua Polsek itu menolak laporan saya. Padahal, anak saya diculik orang. Untung tidak dibunuh,"ujar orang tua korban, T Sirit saat membuat laporan ke Polsek Delitua, Rabu (13/3/2019). 

Diceritakan T Sirait, peristiwa penculikan itu bermula ketika korban yang masih duduk di bangku kelas I Sekolah Menengah Atas (SMA) ini pergi untuk memperbaiki HP-nya, di underpas Titi Kuning, sekira pukul 16.00 WIB.

Nah, setelah handphonenya selesai diperbaiki. Tiba-tiba, korban dihampiri oleh dua orang tak kenal (OTK). Disitu, ke-dua pelaku pun berkomunikasi dengan korban dengan berbagai alasan. Sampai akhirnya, para pelaku berhasil mengelabuhi korban dan membawanya pergi. 

"Awalnya mereka bertanya dengan anak saya "kamu kelas berapa". Kemudian, pelaku mengajak anak saya pergi,"serunya.

Dengan dibonceng dengan mengendarai sepeda motor, korban dibawa pelaku ke rumah kosong di kawasan Tembung, Gang Amal, Medan. 

"Jadi, sesampainya disana. Kedua pelaku kemudian meminjam HP anak saya dengan alasan hendak menelefon teman untuk meminta kunci. Namun, anak saya secara diam-diam menghubungi saya melalui Whatsapp, bahwa dirinya diculik, lalu anak saya mengirimkan lokasi terakhirnya kepada saya,"ungkapnya. 

Mendengar pengakuan putranya, T Sirait pun langsung mengengkol kuda besinya menuju Tempat Kejadiaan Perkara (TKP). Untungnya, korban berhasil ditemui dengan keadaan selamat. Sedangkan, para pelaku berhasil kabur melarikan diri. 

"Saya berhasil menemui putra saya atas bantuan keluarga warga sekitar. Ada yang melihat anak saya di rumah kosong itu, untung berhasil ketemu,"ucapnya.

Atas kasus tersebut, korban dan orang tua korban telah melapor ke Polsek Percut Sei Tuan dan Polsek Delitua. Namun, keduanya menolak laporan korban dengan alasan TKP yang simpang siur. Dalam hal ini, orang tua korban pun berencana akan melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Medan ataupun Mapolda Sumut.

Penulis: adr. Editor: gun.