HETANEWS

Kasus Lakalantas di Kejari Simalungun, Sopir Tetap Ditahan meski Berdamai

Ragam terdakwa lakalantas. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Inilah yang terjadi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun. Meski sudah berdamai, terdakwa Ragam Sitorus tetap harus meringkuk, di sel tahanan.

Berbeda dengan kasus laka lantas lainnya, tidak dilakukan penahanan, di rutan, jika sudah berdamai, tapi tahanan kota atau lainnya.

Dalam kasus Ragam Sitorus (36), warga Kampung Sipirok, Labuhanbatu Induk ini, tetap ditahan di rutan, meski sudah berdamai.

Bahkan, keluarga korban meminta agar hakim memberinya hukuman yang sangat ringan atau segera membebaskannya.

"Saya minta yang mulia agar segera membebaskan dia, atau meringankan hukumannya, kasihan, karena kami keluarga sudah berdamai dan tidak keberatan lagi,"ungkap saksi sebagai keluarga korban, di PN Simalungun, Selasa (12/3/2019).

Terdakwa sudah hampir 5 bulan ditahan di Lapas, akibat kelalaiannya mengemudikan angkutan umum Citra Anak Simalungun (CAS) jurusan Siantar-Tigaras.

Akibatnya, korban Feo Chrisvano Parhusip yang berusia 4,5 tahun mengalami luka. Tapi korban sudah dirawat dan sudah sembuh. Hal itu diungkapkan keluarga korban.

Jaksa Sanggam P.Siagian yang ditanya hetanews.com, usai persidangan, mengatakan "kami hanya meneruskan tahanan yang di Polres," ungkapnya.

"Aneh, sudah berdamai kok, lagi pula keluarganya sudah tidak keberatan. Bukankah seharusnya dia bisa dialihkan menjadi tahanan kota,"kejar wartawan.

Sanggam pun menjelaskan, ya bagaimana lagi, itukan petunjuk atasan (kasi pidum-red), coba tanya aja langsung kak, ungkap Sanggam.

Berbeda dengan kasus laka lantas lainnya atas nama terdakwa Meibert Purba dan Mulianto yang berstatus tahanan kota dan hanya dituntut 1 bulan.

Penulis: ay. Editor: gun.