HETANEWS

Uangnya Tak Dikembalikan, Nasabah Diduga Korban Penipuan Koperasi Swadharma PT BNI Curhat ke Hotman Paris

Hotma Rumansi Lumban Toruan (Baju Kuning) dan Hotman Paris Hutapea (Mengenakan kemeja dan topi) keduanya bertemu di kopi Joni. (Foto /screenshot Instagram @hotmanparisoffisial)

Siantar, hetanews.com - Hotma Rumansi Lumban Toruan, salah seorang wanita korban penipuan dan penggelapan Koperasi Bank BNI cabang Kota Siantar, terbang ke Jakarta ,menemui pengacara kondang berdarah batak, Hotman Paris Hutapea, Selasa (12/3/2019).

Hotma Rumansi datang ke Jakarta bertemu Hotman Paris Hutapea, di warung kopi Joni dan meminta tolong kepada Hotaman Paris agar kasus penipuan dan penggelapan uang koperasi di Bank BNI, Jalan Merdeka Siantar, segera diproses.

Kepada Hotman Paris, Hotma Rumansi, menjelaskan  awal mula dia dan keluarganya menjadi korban penipuan dan penggelapan.

"Salam kopi Joni. Halo bapak-bapak teman saya direksi Bank BNI. Disini ada nasabah Bank BNI cabang Pematangsiantar, Jalan Merdeka, semula keluarganya punya uang deposito di Bank BNI cabang Pematangsiantar. Kemudian atas bujuk rayu pejabat Bank BNI cabang Pematangsiantar uang ini dialihkan seolah-olah tabungan di koperasi dan akhirnya uang itu raup. Mohon kepada direksi Bank BNI, saya tidak menuduh, bagaimana mengatasi ini. Yang melakukan stafnya bapak. Mohon segera diperiksa Bank BNI Pematangsiantar dan ibu (Hotma Rumansi Lumban Toruan) ini dipanggil," ujar Hotman Paris yang dikutip dari akun Instagram @hotmanparisoffisial yang diposting pada 17 jam yang lalu.

Selain menceritakan uangnya yang awalnya deposito lalu menjadi tabungan di koperasi, setelah mendapat bujuk rayu, Hotma Rumansi juga mengatakan, sudah membuat laporan kepada pihak kepolisian pada tahun 2018,lalu.

"Dan ada juga korban lain dan juga telah dilaporkan pada tiga tahun yang lalu (tepatnya tahun 2015)," ujar Hotma Rumansi, di kopi Joni.

Menanggapi Hotma Rumansi yang telah membuat laporan kepada pihak kepolisian. Hotman Paris kembali berujar agar kasus ini segera diproses.

" Salam kopi Joni. Halo bapak Kapolres Pematangsiantar, ini terkait kasus penipuan dan penggelapan oleh oknum pejabat Bank BNI dan korbannya banyak. Halo bapak Kapolres Pematangsiantar. Horas lae, ini dari kopi Joni Jakarta. Tolong kasus Bank BNI dugaan penipuan segera diproses. Bapak Kabid Propam Mabes Polri, Bapak Karopaminal ayo dong pak, ini warga nangis-nangis datang ke-kopi Joni," ujar Hotman Paris lagi.

Ketika dikonfirmasi terkait dugaan penipuan dan penggelapan di Bank BNI, KBO Sat Reskrim Polres Siantar, Ipda Sutari, mengatakan, laporan pertama sudah P21 atau lengkap.

"Laporan pertama sudah P21. Untuk tersangkanya atas nama Agus Surya Darma," ungkap Sutari didampingi Kasubbag Humas Iptu Resbon Gultom, Selasa (12/3/2019) siang, ketika ditemui di Polres Siantar.

Sekadar diketahui, puluhan nasabah Bank Nasional Indonesia (BNI) yang mengaku ditipu puluhan milliar itupun, melakukan aksi protes dengan berunjukrasa, di depan Kantor BNI Kota Pematangsiantar, pada Kamis (18/8/2016), lalu.

Aksi protes ini adalah yang kedua kalinya dilakukan para nasabah BNI. Pertama kali demo dilakukan, pada hari Selasa (16/8/2016), lalu. Demo kedua ini lebih ramai.

Pada aksi protes, Aida, seorang nasabah mengisahkan, bahwa mereka semua adalah nasabah BNI dan uang hilang karena penipuan, yang terhitung sampai Rp 10 M, belum lagi yang tidak terhitung

Kata Aida saat aksi protes, bahwa uang yang mereka masukkan ke koperasi ini tidak jelas lagi, dan Menager Koperasi Swadharma yang bernama Agus Surya Dharma, tidak mau mengembalikan uang nasabah yang mereka masukkan kedalam koperasi tersebut.

Penulis: hza. Editor: gun.