HETANEWS

Zidane Bukan Pelatih Pertama Yang Kembali ke Real Madrid Setelah Resign

Zinedine Zidane. (foto/net)

Inggris, hetanews.com - Real Madrid resmi mengumumkan penunjukan kembali Zinedine Zidane sebagai pelatih pada Senin (11/3/2019) atau Selasa dini hari WIB.

Zinedine Zidane diangkat kembali sebagai pelatih Real Madrid hanya 10 bulan setelah mengundurkan diri dari kursi arsitek Los Blancos.

Legenda timnas Prancis itu dikontrak Real Madrid pada periode keduanya ini hingga 2022.

El Real sepertinya berharap Zidane mampu mereplika kejayaan yang dia goreskan pada periode pertamanya menukangi klub selama 2016-2018.

Hanya dalam kurun dua tahun, pria gundul asal Prancis itu membawa Madrid merengkuh 9 gelar.

Perincian trofi tersebut ialah hat-trick gelar Liga Champions, dua titel Piala Dunia Klub dan Piala Super Eropa, serta sekali kampiun Liga Spanyol dan Piala Super Spanyol.

Sepanjang sejarah, Real Madrid terhitung sering mempekerjakan seorang pelatih lebih dari satu kali masa kepemimpinan.

Sebelum Zinedine Zidane, ada 11 peracik taktik di berbagai generasi yang melakoni dua periode, bahkan lebih di balik kemudi Los Blancos.

Berikut perinciannya, dari berbagai sumber.

1. Jacinto Quincoces (1945-1946, 1947-1948)

Jacinto melakoni dua fase kepelatihan yang singkat pada zaman bahela dengan persembahan gelar Copa del Rey di periode pertama.

Periode keduanya berujung tanpa trofi dalam 17 partai.

2. Baltasar Albeniz (1946-1947, 1950-1951)

Seperti halnya Jacinto, Albeniz hanya menghasilkan trofi pada fase pertama di Real Madrid untuk ajang Copa del Rey.

3. Luis Carniglia (1957-1959, 1959)

Meraih trofi Liga Spanyol dan Piala Champions di periode pertama.

Masa baktinya diselingi Miguel Munoz dua bulan, lalu kembali melatih Real Madrid untuk mempersembahkan satu lagi titel Piala Champions di periode kedua.

4. Miguel Munoz (1959, 1960-1974)

Inilah pelatih tersukses dalam sejarah Real Madrid dengan sumbangsih gelar terbanyak, yakni 14 trofi, yang tersebar ke dalam dua periode.

Dalam fase pertama yang berlangsung pendek, Munoz cuma memimpin klub menjalani 9 partai nirgelar.

Munoz lantas comeback ke kursi pelatih setahun kemudian dan bercokol di sana 14 musim dengan raihan 9 gelar juara La Liga, 2 Copa del Rey, 2 Piala Champions, dan 1 Piala Interkontinental.

5. Luis Molowny (1974, 1977-1979, 1982, 1985-1986)

Dikenal sebagai pelatih tambal sulam karena menukangi Real Madrid dalam empat periode berbeda.

Hebatnya, dalam setiap fase tersebut, Molowny selalu berhasil mempersembahkan gelar.

Total trofinya adalah 2 kali juara Copa del Rey, 3 Liga Spanyol, 2 Piala UEFA, dan 1 Copa de la Liga. 

6. Alfredo Di Stefano (1982-1984, 1990-1991)

Menjadi legenda besar sebagai pemain, Di Stefano tidak mampu mereplika kejayaannya sesukses saat beralih fungsi melatih Real Madrid.

Sumbangan gelar Di Stefano hanya juara Piala Super Spanyol pada masa bakti keduanya.

7. Leo Beenhakker (1986-1989, 1992)

Kesuksesan Beenhakker terjadi pada masa bakti pertamanya dengan raihan 6 gelar.

Setelah kembali tiga tahun berselang, dia tak meneruskan tradisi tersebut.

8. Vicente del Bosque (1994, 1996, 1999-2003)

Satu lagi pelatih tambal sulam yang melakoni masa kerja singkat pada dua periode pertamanya.

Del Bosque baru sukses besar ketika menjadi pelatih permanen di periode ketiga dengan torehan 7 trofi, termasuk sepasang gelar Liga Champions 1999-2000 dan 2001-2002.

9. Fabio Capello (1996-1997, 2006-2007)

Capello membawa Real Madrid menjuarai Liga Spanyol pada dua kesempatan terpisah di era kepemimpinannya.

10. John Toshack (1989-1990, 1999)

Membawa klub memenangi Liga Spanyol di musim perdananya, lalu melakoni periode kedua dalam jeda yang jauh, yakni 10 tahun kemudian.

11. Jose Antonio Camacho (1998, 2004)

Walau dua kali ditunjuk buat memegang kendali kepelatihan, Camacho ibarat tidak berjodoh dengan Real Madrid.

Rezim pertamanya cuma berlangsung 22 hari, sedangkan kesempatannya melatih untuk kali kedua hanya berjalan 6 pertandingan.


 

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.