Mon 18 Mar 2019
Menyambut HUT Hetanews.com ke 5, kami membuka peluang terhadap jurnalis-jurnalis muda (usia 21-31) untuk bergabung dengan kami di seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut).
Kirim lamaran dan CV ke alamat Redaksi di Jalan Narumonda Atas No 47, Pematangsiantar-21124, Tel (0622-5893825) HP: 082167489093 (Reni)/ 082274362246 (Tommy Simanjuntak) atau Email: redaksihetanews@gmail.com. Pengumuman ini berlaku dari 7 Maret sampai 7 April 2019. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Gawat!! Perampok Merajalela di Medan Kota

Medan, hetanews.com - Wilayah hukum Polsek Medan Kota makin tidak kondusif. Para pelaku kejahatan tidak segan-segan melancarkan aksinya, walau tidak jauh dari Mapolsek.

Peristiwa naas yang nyaris merenggut nyawa, akibat aksi jambret dialami satu keluarga, di Jalan GM Panggabean, simpang Jalan Pelajar atau sekitar beberapa ratus meter dari Mapolsek Medan Kota, Minggu (10/3), sekira pukul 21.25 WIB, lalu.

Korban adalah pasangan suami istri yang merupakan penjaga gereja GKPS Jl.GM Panggabean, persis di sebelah Mapolsek Medan Kota, Parel Purba (54) dan istrinya, Asni br Lumbantobing (52), serta anaknya Ika br Purba (14), pelajar kelas III SMP.

Akibat peristiwa itu, Asni br Lumbantobing dan Ika br Purba, mengalami luka-luka cukup serius akibat terjungkal dari atas beca bermotor yang dikemudikan Parel Purba.

Kasus itu langsung dilaporkan ke Polsek Medan Kota. Kepada polisi, mereka mengaku hendak belanja ke salah satu grosir, di Jalan Pelajar dengan menaiki beca bermotor.

Begitu tiba di Jalan GM Panggabean, simpang Jalan Pelajar, belakang Stadion Teladan, dua pria berboncengan naik sepeda motor jenis bebek, merampas hanphone dari tangan Ika br Purba, yang duduk di pinggir.

Karena berusaha mempertahankan telepon genggamnya itu, Ika dan Asni br Lumbantobing, terjungkal dari atas becak dan terseret beberapa meter, mengakibatkan wajah, tangan, kaki dan beberapa bagian tubuh mereka luka-luka. Sementara kedua pelaku, berhasil membawa hanphone korban.

“Istri saya tidak bisa melakukan aktivitas lagi karena beberapa bagian tubuhnya luka dan kakinya bengkak. Demikian juga anak saya (Ika red), tidak bisa sekolah,” kata Parel Purba dengan nada sedih.

Kecewa

Tatkala mengadu ke Polsek Medan Kota, mereka mengaku sangat kecewa dengan sikap petugas di sana yang seolah menanggapi dingin kasus itu.

Bahkan, ketika keluarga korban menghubungi Kapolsek, Kompol Revi Nurvelani,dan Kanit Reskrim, Iptu Deni Indrawan Lubis, untuk memberitahukan kasus itu agar memerintahkan tim Pegasus memburu kedua pelaku, sebelum terlalu jauh melarikan diri. Namun, kedua perwira di Mapolsek Medan Kota itu, tidak mau mengangkat handphone-nya.

“Kalau di Polsek lain, bila ada yang melapor dijambret atau dibegal, petugasnya langsung sigap, apalagi dengan Tim Pegasus. Tapi, kalau di Polsek Medan Kota, sangat lain. Pantas saja Polsek Medan Kota tidak pernah melakukan ekspos keberhasilan pengungkapan kasus kriminalitas,” kata beberapa keluarga dan kerabat korban.

Mereka berharap agar Kapoldasu dan Kapolrestabes Medan mengevaluasi kinerja Kapolsek Medan Kota, Kompol Revi Nurvelani dan Kanit Reskrim, Iptu Deni Indrawan Lubis.

“Wilkum Polsek Medan Kota salah satu Polsek paling rawan  sejajaran Polrestabes Medan, sebaiknya pimpinan menempatkan orang yang tepat dan mau bekerja, bukan hanya di belakang meja dan mencari uang semata,” harap mereka.

Keluarga dan sahabat korban yang tidak bersedia disebut namanya, menambahkan, Polsek lain sejajaran Polrestabes Medan berlomba-lomba ekspos keberhasilan pengungkapan kasus, bukan seperti Polsek Medan Kota yang tidak pernah “pamer” tangkapan pelaku kejahatan.

Penulis: adr. Editor: gun.