Mon 18 Mar 2019
Menyambut HUT Hetanews.com ke 5, kami membuka peluang terhadap jurnalis-jurnalis muda (usia 21-31) untuk bergabung dengan kami di seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut).
Kirim lamaran dan CV ke alamat Redaksi di Jalan Narumonda Atas No 47, Pematangsiantar-21124, Tel (0622-5893825) HP: 082167489093 (Reni)/ 082274362246 (Tommy Simanjuntak) atau Email: redaksihetanews@gmail.com. Pengumuman ini berlaku dari 7 Maret sampai 7 April 2019. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Edy Rahmayadi Sebut Dosmar Banjarnahor Bupati Terbaik di Sumut

Gubernur Edy Rahmayadi saat mengunjungi Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Senin (11/3/2019). (Foto/Rachmat Tinton)

Humbahas, hetanews.com - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi, menyebut bupati terbaik yang dimiliki Provinsi Sumatera Utara (Sumut) adalah Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Dosmar Banjarnahor.

Hal itu diungkapkan Edy Rahmayadi, di Aula Hutamas, Doloksanggul, saat melakukan kunjungan kerja ke Humbahas, Senin (11/3/2019).

Tak muluk - muluk, mantan Ketua Umum PSSI itu juga berharap agar suatu saat nanti, Bupati Dosmar Banjarnahor, akan menjadi Gubernur di Sumut. Karena menurutnya, Sumut sangat memerlukan sosok pemimpin seperti Dosmar.

Melalui sejumlah program kinerja yang sudah diperbuat Dosmar, sebut Edy, adalah menjadi sebuah alasan tersendiri untuk menyematkan kata 'bupati terbaik' terhadapnya. Semisal peningkatan mutu sektor pertanian.

“Kalau tadi Bupati Humbahas hanya minta 200 ekor kerbau, saya kasih 500 ekor. Dinas Peternakan  catat itu. Karena saya lihat Bupatinya mampu,"kata Edy.

Edy berpendapat, tanah di Humbahas adalah tanah yang sangat subur yang mirip dengan geografis Kabupaten Karo. Ia meminta agar Humbahas bisa meniru Karo dalam hal bertani.

"Kalau dari Karo, saya sudah pernah menandatangani ekspor sayur kol yang nilainya ratusan milyar rupiah. Saya sangat senang menandatangani itu. Saya pengen menandatangi surat seperti itu kalau bisa sekali dalam 3 hari. Untuk itu, Humbang Hasundutan ini  harus bisa. Dan salah satu kunci untuk berhasil adalah faktor SDM (Sumber Daya Manusia) kita. Ini harus kita berdayakan,"terang Edy.

Kualitas sayur kol yang diekspor merupakan hasil pertanian tanpa menggunakan pupuk kimia dan pestisida, karenanya Edy pun tak akan melupakan potensi sektor peternakan. Dengan memelihara sapi atau lembu, kata Edy, sudah berarti ikut berkontribusi mendukung kemajuan pertanian.

"Kotoran - kotoran ternak itu akan kita buat kompos. Supaya kita mampu memenuhi kualitas ekspor tanpa menggunakan Pupuk kimia dan pestisida,"katanya.

Selain itu, Edy Rahmayadi juga menjanjikan akan segera membangun jalan penghubung Kabupaten Humbahas menuju Kabupaten Pakpak Barat. "Kata Bupati ada sepanjang 7 km. Kita akan segera survey ke sana. Supaya dibangun secepatnya," imbuhnya.

Untuk diketahui, Gubernur Sumut baru saja melakukan kunjungan kerjanya ke Humbahas. Selain didampingi para rombongannya, Edy juga temani istrinya, Nawal Lubis.

Rombongan Gubernur diterima dan disambut Pemkab Humbahas dengan sejumlah acara seremonial. Selain  itu, meski sepintas, turut juga dirayakan acara  ulang tahun Gubernur  Edy Rahmayadi yang ke 58.

Pada kesempatan itu, Edy Rahmayadi juga menyempatkan diri mengajak masyarakat di seantero Sumut agar bersatu. Perbedaan - perbedaan yang menjadi boomerang haruslah dikikis.

Keharmonisan diyakini Gubernur  merupakan harapan dan impian semua orang. Apalagi di negara Indonesia, yang memiliki banyak sekali perbedaan suku, bahasa, dan juga keyakinan, semangat untuk menjaga keharmonisan tentu harus terus dipelihara, katanya.

“Perbedaan latar belakang suku, latar belakang agama, dan latar belakang budaya bukanlah penghalang bagi kita untuk bersatu. Bukan pula penghalang bagi kita untuk hidup dalam keharmonisan dan membangun solidaritas sosial yang kokoh,” ucapnya.

Perbedaan yang ada itu tak mesti diseragamkan, namun tak pula ditiadakan. Perbedaan itu semestinya diikat oleh tali-tali persaudaraan, tali-tali kebersamaan, dan tali-tali persatuan Indonesia.

“Bukan karena saya Islam, anda menjadi tidak suka samaku. Begitu juga sebaliknya, kalau pun  anda Nasrani, bukan berarti kita tidak  bersaudara. Nenek moyang kita sama, Adam dan Hawa. Jadi saya sebagai Gubernur di sini memastikan bahwa kita harus hidup bersatu. Kita harus menjaga dan merawat Indonesia yang majemuk ini,” katanya menegaskan.

Penulis: rachmat. Editor: gun.