HETANEWS

Ribut Usai Sidang Pembunuhan di PN Siantar, Terdakwa Dipukul Pengunjung, Ini Penyebabnya

Terdakwa Abdul Gapur (rompi merah) di ruang sidang mendengarkan keterangan para saksi. (foto/bt)

Siantar, hetanews.com - Sidang lanjutan pemeriksaan saksi pembunuhan pedagang rujak Dedi Wahyono (38) dengan terdakwa Abdul Gapur (44), nyaris ricuh. Terdakwa dipukul seorang pengunjung yang disebut kerabat korban.

Informasi diperoleh, dalam sidang yang dipimpin Hakim Danar Dono di ruang Cakra Pengadilan Negeri Siantar, menghadirkan saksi Ida, Bokir dan Ester Nainggolan, Senin (11/3/2019).

Ketiga saksi merupakan tetangga korban maupun terdakwa membeberkan kejadian yang mengkibatkan hilangnya nyawa pedagang rujak itu.

Kasus ini bermula saat korban melintas di depan rumah terdakwa di Jalan Vihara Gg Bunga, Kecamatan Siantar Selatan, 14 Nopember 2018. Terdakwa kala itu didepan rumah saling tatapan mata hingga berujuk cekcok mulut.

"Saya berusaha memisahkan saat itu. Namun ibu terdakwa (juga berada di lokasi) memegang broti/kayu, saya menarik narik korban dan saat itu korban ditampar oleh ibu terdakwa," kata saksi Ida.

Dedi Wahyono tewas setelah ditikam menggunakan pisau yang diambil terdakwa dari rumahnya setelah beberapa warga melerai cekcok mulut.

Saksi Ester dalam kesaksiannya mengatakan, korban dalam keadaan bersimbah darah berlari menuju rumah bokir sambil mengetuk pintu.

"Terdakwa kabur setelah menusuk korban. Korban saat itu pergi ke rumah Bokir sambil memanggil- manggil dan tepat didepan pintu rumah korban terjatuh," katanya.

Saksi Bokir membenarkan korban mengetuk pintu rumah. Menurut ia setelah pintu dibuka korban sudah dalam keadaan bersimbah darah. Ia bersama saksi lain dan adik korban yang tiba di lokasi berupaya membawa korban ke RSUD Djasamen Saragi namun dalam perjalanan korban hembuskan nafas terakhir.

Hakim sidang usai mendengar keterangan para saksi kemudian menutup sidang dan akan melanjutkannya pekan depan, untuk mendengarkan keterangan saksi ahli forensik rumah sakit.

Terdakwa kemudian dibawa keluar ruang sidang oleh petugas pengawal tahanan. Insiden pemukulan sendiri berawal ketika salah seorang pria pengunjung berbaju putih menanyai masa hukuman dan dijawab terdakwa dibawah 5 tahun

"Masa dia (terdakwa) bilang hukumannya gak sampe 5 tahun. Disitu lah tadi buat emosi. Gak dipukulnya cuman didorong aja kepala si terdakwa. Jadi yang baju putih ini kami suruh nanya itu memang," kata salah seorang pengunjung kerabat korban.

Insiden ini nyaris membuat ricuh. Terdakwa sendiri langsung dilarikan pengawal menuju sel tahanan.

Penulis: bt. Editor: bt.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.