HETANEWS

Pamtup Bupati Jadi Tersangka

Raden Bobby Arya Prakasa, Kapolres Aceh Barat.

Meulaboh, hetanews.com - Polres Aceh Barat meningkatkan status pengusutan kasus dugaan pemukulan oleh seorang anggota polisi, Aipda AD terhadap warga yang menghadang Bupati Aceh Barat, Ramli MS di Kantor Camat Arongan Lambalek, 20 Februari 2019. AD yang bertugas sebagai petugas pengamanan tertutup (pamtup) Bupati Aceh Barat menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

Menurut informasi yang diterima, pada Jumat kemarin, berkas perkara itu sudah dilimpahkan untuk tahap pertama ke Kejari Meulaboh. “Ya, untuk kasus Aipda AD itu, berkas perkara tahap pertama sudah kita limpahkan ke jaksa,” kata Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK kepada wartawan, Jumat kemarin.

Menurut Raden Bobby, kasus yang diproses oleh penyidik Polri itu terkait dugaan pidana sebagaimana dilaporkan oleh tiga warga Desa Arongan, Kecamatan Arongan Lambalek yang mengaku mendapat perlakuan kasar dari Adc Bupati Aceh Barat tersebut.

Dikatakannya, meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, sejauh ini Aipda AD tidak ditahan karena ancaman hukuman di bawah lima tahun. Terhadap proses lanjutan di Provost masih menunggu persidangan dugaan pidana di Pengadilan Negeri (PN). “Kita lihat dulu persidangannya. Sejauh ini yang bersangkutan masih tetap sebagai pamtup bupati,” kata Bobby.

Seperti diberitakan, serombongan warga yang berjumlah sekitar 30 orang menghadang Bupati Aceh Barat, H Ramli MS di halaman Kantor Camat Arongan Lambalek sesaat setelah membuka Musrenbang di kecamatan tersebut, Rabu 20 Februari 2019 sekitar pukul 10.20 WIB.

Menurut informasi, massa dari Desa Arongan, Kecamatan Arongan Lambalek datang untuk menemui bupati guna menyampaikan persoalan desa yang kini belum ada penuntasan oleh Pemkab Aceh Barat.

Merespons penghadangan mendadak itu, seorang Adc (aide-de-camp/ajudan) bupati dari unsur polisi berpangkat Aipda sempat mencabut pistol dan disebut-sebut sempat mengarahkan ke warga. Selain itu juga dilaporkan terjadi pemukulan terhadap tiga warga oleh oknum polisi berpakaian bebas tersebut. Versi lain menyebutkan, ajudan mengeluarkan pistol karena massa semakin mendekat dan sempat terjadi dorong-dorangan sehingga dilakukan antisipasi demi keselamatan bupati.

Dalam peristiwa dadakan itu sejumlah warga dilaporkan sempat terkena tonjokan dan tendangan dari sang ajudan. Ekses dari peristiwa itu, tiga warga Desa Arongan yang mengaku jadi korban pemukulan oleh ajudan bupati langsung membuat laporan resmi ke Polsek Arongan Lambalek. Tiga warga itu adalah Dedi Gunawan, Herman dan Safrizal.


 

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.