Mon 18 Mar 2019
Menyambut HUT Hetanews.com ke 5, kami membuka peluang terhadap jurnalis-jurnalis muda (usia 21-31) untuk bergabung dengan kami di seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut).
Kirim lamaran dan CV ke alamat Redaksi di Jalan Narumonda Atas No 47, Pematangsiantar-21124, Tel (0622-5893825) HP: 082167489093 (Reni)/ 082274362246 (Tommy Simanjuntak) atau Email: redaksihetanews@gmail.com. Pengumuman ini berlaku dari 7 Maret sampai 7 April 2019. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Pengakuan Tersangka Pembunuh Pengusaha RM di Karo: Dia Bangun dan Teriak Maling

Tersangka pembunuhan pengusaha RM BPK di Karo. (foto/ist)

Karo, hetanews.com – Tersangka pembunuhan seorang pengusaha rumah makan di Kabupaten Karo, ditembak aparat karena berupaya kabur. Andika Prananta Ginting (20) diringkus di Desa Namo Rih, Kecamatan Pancur Batu, Deli Serdang.

Andika nekat menghabisi Muliati Sinihaji (60), mantan bos kerjanya karena tepergok masuk ke rumah sekaligus usaha korban di Jalan Jamin Ginting, Desa Gajah, Kecamatan Simpang Empat, Kamis (7/3/2019).

Kepada wartawan di Polres Karo, tersangka mengatakan mencuri untuk ongkos pulang ke kampung halamannya di Sei Mencirim, Deli Serdang. Sekitar dua minggu lalu, tersangka berhenti bekerja di RM BPK Vichada milik korban.

"Saya sempat tiga bulan bekerja dan tinggal di rumah makan itu. Gaji perbulannya Rp 1 juta, setelah keluar dari situ dua minggu lalu aku bekerja di rumah makan BPK di Desa Sumbul. Saya sudah empat kali melakukan pencurian di dalam rumah termasuk rumah orang tua di Sei Mencirim," ujarnya.

"Sebenarnya aku mau pulang ke kampung tapi gak ada ongkos. Jadi, aku menyelundup masuk ke rumah makan dan kamar korban sekira pukul 03.00 WIB, dini hari. Saat itu korban sudah tertidur, disitu kulihat ada dompetnya dan langsung kubuka. Di dalam dompet hanya ada uang tunai sebesar Rp 56 ribu, setelah aku mulai membuka dompet korban terbangun dari tidurnya, disitu aku panik dan secara refleks kuambil pisau yang kebetulan ada terletak di meja kamarnya dan langsung aku tusuk dibagian pelipis," katanya di Mapolres Karo.

Melihat korban roboh dan menggelepar, sambungnya lagi, uang Rp 56 ribu dan cincin korban langsung kuambil. "Korban kutinggalkan begitu saja, tapi masih kututupi dengan selimut," ujarnya.

Lebih jauh diakui tersangka, jika saat dia menyelundup masuk ke rumah makan melalui jaring yang sudah dirusak. Begitu sampai didalam dan kamar korban, aku melihat celananya ditutupi dengan plastik dekat tempat tidurnya. Saat dompetnya kutarik di saku celananya itu agak berisik karena ditutupi dengan plastik.

"Bapak itu tiba-tiba terbangun dan berteriak maling sembari menyebut namaku. Setelah dia berteriak, kuraih piso pemotong daging yang terletak di dalam kamar itu dan langsung menusuk bagian atas kupingnya. Cincin emas dan berliannya kuambil dan kujual Rp 1 juta ke toko emas di Kabanjahe. Dan uangnya kubeli HP seharga 150 ribu rupiah dan selanjutnya lari ke Pancur Batu," kisah Andika.

Sementara, Kapolres Karo AKBP Benny Remus Hutajulu, ketika dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Ras Maju Tarigan,SH didampingi Ipda Codet Tarigan  mengatakan kepada wartawan, penangkapan terhadap pelaku hanya dalam hitungan jam berkat adanya informasi dan keterangan saksi.

"Penangkapan dilakukan bersama dengan Sub Dit Krimum Polda Sumut. Saat akan ditangkap pelaku hendak melarikan diri. Sehingga kedua kakinya terpaksa di berikan tindakan terukur. Kasus ini terus ditindak lanjuti,"ujarnya.

Penulis: charles. Editor: bt.