HETANEWS

Viral!!! Komisioner Bawaslu Sumut Pose Lima Jari Bareng Caleg DPRD Samosir

Komisioner Bawaslu Sumut, Suhadi Situmorang saat berpose bersama Siska Ambarita di Samosir.

Samosir, hetanews.com - Komisioner Bawaslu Provinsi Sumatera Utara, Suhadi Situmorang, terlihat berfoto mengacungkan simbol lima jari, bersama seorang Caleg DPRD Samosir PDI-Perjuangan nomor urut 5, Siska Ambarita, di Samosir Cottage.

Informasi beredar, Bawaslu Sumut sedang mengadakan kegiatan bersama Bawaslu Kabupaten Samosir. Dalam kegiatan yang sama, Siska Ambarita, ikut dalam momen ini, sebagai instruktur senam.

Kegiatan tersebut juga diupload Siska, di halaman media sosial Facebook miliknya, pada 2 Maret 2019 lalu, sekira pukul 16.54 WIB.

"Senam bersama BAWASLU dari berbagai kota salah satunya Samosir.#Samosir couttage," tulis Siska.

Diduga oknum Bawaslu ini tidak netral dan tidak menjaga integritas sebagai penyelenggara Pemilu 2019, diduga ikut kampanye dengan simbol lima jari yang berdampingan dengan Siska Ambarita, notabene Caleg DPRD Samosir PDI-Perjuangan nomor urut 5.

Komisioner Bawaslu Sumut, Suhadi Situmorang, ketika dihubungi melalui selulernya, membenarkan kalau dirinya bersama Bawaslu Sumut, berkunjung ke Kabupaten Samosir.

Kegiatan tersebut juga diupload Siska, di halaman media sosial Facebook miliknya, pada 2 Maret 2019 lalu, sekira pukul 16.54 WIB.

"Kita meminta Bawaslu Samosir untuk mencarikan instruktur senam, karena hari terakhir (kegiatan) akan diadakan senam bersama," kata Suhadi.

Dia menjelaskan, tidak ada hubungan Siska dengan Bawaslu. "Kami menggunakan jasa dia sebagai instruktur senam. Kemudian saya tidak ingat persis, lima jari atau nggak," katanya lagi.

"Memang kami ada pose beberapa kali, ada menggenggam tangan kanan, menghunjuk jari 1 ke arah kiri dan ada pose bebas. Apakah tangan saya lima jari, saya nggak ingat persis," ujarnya.

Suhadi kemudian meyakinkan, dia dan Bawaslu sama sekali tidak mendukung siapapun dalam pesta Demokrasi April 2019 mendatang.

"Yang jelas tidak ada afiliasi atau mendukung instruktur senam tersebut. Aku klarifikasi itu tidak ada. Nggak mungkin Bawaslu sebagai pengawas pemilu mendukung salah satu caleg. Itu bertentangan dengan peraturan dan perundangan - undangan," jelasnya.

Saat awak media ini menanyakan, apakah dirinya tidak tahu kalau instruktur senam tersebut caleg, Suhadi menyebutkan, awalnya dia tidak tahu.

Dia tahu instruktur senam itu caleg, setelah kasus (foto) ramai dibicarakan. "Setelah itulah yang diribut - ributkan itu dia caleg. Ketika itu kita tidak tahu. Saya keluar dari Samosir bulan 7. Saya tidak tahu, dia caleg, yang saya tahu dia instruktur dan punya salon,"ujar Suhadi lagi.

Penulis: jufri. Editor: gun.