HETANEWS.COM

Jadi Saksi Pembunuhan Suami, Endang Sebut Dendam Pelaku Dipicu Soal Kandang Ayam

Sidang agenda keterangan saksi kasus pembunuhan dengan terdakwa Abdul Gapur. (foto/bt)

Siantar, hetanews.com - Sidang lanjutan kasus pembunuhan terdakwa Abdul Gapur terhadap Dedi Wahyono, menghadirkan 3 orang saksi kasusnya dalam sidang di Pengadilan Negeri Siantar, Rabu (6/3/2019).

Ketiga saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Robert Damanik diantaranya; istri korban Sartika Endang Sihite dan adik korban, Agus dan Hendri Rikardo Hutapea.

Istri korban, Endang menyebutkan kalau gelagat semacam tak senang mulai ditunjukkan terdakwa dari persoalan pembangunan kandang ayam di atas tanah yang diklaim milik keluarga korban terletak di sekitar kediaman terdakwa.

Diketahui jarak kediaman korban dan pelaku berdekatan yang hanya dipisahkan sungai.

"Hanya saja saat terdakwa membangun kandang ayam tersebut, kami membuat kesepakatan bahwa kalau nanti adik saya menikah kandang ayam itu harus dibongkar. Karena nanti adek saya akan membuat rumah ditempat tersebut," ujar Endang dalam sidang agenda mendengarkan keterangan saksi.

Terdakwa menurutnya semacam tak terima dengan hal itu dan meminta memberlakukan pembongkaran terhadap seluruh kandang ayam yang ada di lokasi. Menurut Endang, hal ini sebagai pemicu dendam terdakwa terhadap keluarga korban.

Sidang yang dipimpin Hakim Danar Dono berlangsung di ruang Cakra, kemudian menanyai saksi Agus, adik kandung korban. Dalam sidang, terdakwa didampingi pengacara Besar Banjarnahor dan Frederic Rangkuti.

Agus dalam kesaksiannya menyatakan bahwa dirinya berupaya menolong korban yang sudah bersimbah darah (ditikam pelaku) untuk dibawa ke RSUD Djasamen Saragih menggunakan Beko.

"Begitu abang saya naikin (ke Beko) abang sudah tidak sadarkan diri, dan sesampainya diruang forensik rumah sakit dokter bilang abang saya sudah tidak bernyawa lagi," ujarnya.

Saksi Hendri Rikardo Hutapea yang merupakan tetangga terdakwa menjelaskan kalau sebelum pembunuhan, antara pelaku dan korban sempat adu mulut.

"Mereka saling berhadapan, sempat beradu fisik hanya saja saya pisah. Kemudian terdakwa masuk kedalam rumah sedangkan korban waktu itu hendak menaiki sepeda motornya. Terdakwa berlari (mengejar korban) dengan memegang pisau yang diambilnya dan langsung menikam korban dibagian dada sebelah kiri hingga terjatuh," ujarnya.

Hakim sidang usai mendengar kesaksian dari ketiganya menunda persidangan dan akan dilanjutkan pada Senin, 11 Maret 2019.

Penulis: bt. Editor: bt.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan