HETANEWS

Handri Simorangkir Tiru Ucapan Eliakim Simanjuntak saat Bagi Amplop Berisi Uang dan Kartu Nama

Suasana persidangan pelanggaran Pemilu 2019, di Kantor Bawaslu Siantar, Selasa, 5 Februari 2019. (foto/gee)

Siantar, hetanews.com-Sidang lanjutan pelanggaran administrasi Pemilu 2019, kembali digelar di Kantor Bawaslu Siantar, Selasa (5/3/2019). 

Agenda sidang kali ini, menggelar pemeriksaan untuk mendengarkan keterangan saksi dari pihak Pelapor, dalam hal ini Panwascam Siantar Selatan. 

Poly Panjaitan dan Handri Simorangkir, merupakan dua saksi yang diajukan pelapor dalam sidang ini. 

Sidang dipimpin Ketua Majelis, Sepriandison Saragih, didampingi dua Anggota Majelis, Junita Lila Sinaga dan M Syafii Siregar.

Poly Panjaitan dalam keteranganya, mengaku, ia sata itu menghadiri reses Anggota Komisi II DPRD Siantar, Eliakim Simanjuntak, selama 5 menit. Dikatakanya, ia hanya mendengar dari kejauhan saat reses berlangsung.

"Saya hanya 5 menit di lokasi, karena saya ditelpon pendeta, karena ada acara di gereja,"kata saksi ke majelis pemeriksa.

Saksi yang juga berstatus sebagai Panwas kelurahan ini, menyampaikan, jika ia tidak memperkenalkan diri kepada panitia acara reses.

Dari keterangan saksi tersebut, Ketua Majelis mengatakan, bahwa keterangan dari Poly Panjaitan, tidak berkompeten dan minim informasi yang didapat.

Ketua Majelis, meminta kepada pelapor supaya menghadirkan saksi yang berkompeten.

"Kepada pelapor saksi ini tidak berkompeten, karena dia tidak mengetahui secara pasti kegiatan reses. Kami meminta kepada pelapor untuk menghadirkan saksi yang berkompeten dan yang ada di lokasi,"kata majelis.

Pada keterangan saksi, Handri Simorangkir, dirinya mengaku hadir saat reses berlangsung, ketika Eliakim Simanjuntak, membagikan amplop berisi uang dan kartu nama.

"Pak Eliakim Simanjuntak pada saat membagi amplop berisi uang dan kartu nama mengatakan, 'didalam amplop ini ada kartu nama saya didalam',"kata Simorangkir, menceritakan kejadian saat itu.

"Saksi kan di sana sebagai panwascam kenapa saksi tidak mencegahnya? Karena tugas panwascam itu mencegah pelanggaran," tanya majelis.

Handri menjawab, jika diirinya tidak berani mencegah karena dia hanya sendiri di lokasi.

Mendengarkan jawaban dari saksi, Sepriandison menggelengkan kepala dan mengatakan, bahwa tugas Panwascam ada 3, mengawasi, mencegah dan menindak.

"Terus, kenapa saudara saksi datang ke rumahnya usai reses, padahal saudara saksi ada di lokasi saat pembagian amplop?,"tanya Sepriandi, bertanya kembali.

Kemudian, Handri membalas pertanyaan itu, dan mengaku dirinya takut dikeroyok warga yang saat itu mengikuti reses. Sementara setelah reses selesai digelar, warga sudah tidak ada dilokasi.

Mendengar itu, majelis meminta Handri Simorangkir untuk menggambarkan situasi yang terjadi di lokasi saat kejadian tersebut.

Handri pun menjelaskan, pada saat reses Eliakim tidak mempromosikan dirinya sebagai caleg. Ia hanya mengatakan keberhasilan yang ia capai sebagai Anggota DPRD. 

Baca juga: Sidang Lanjutan Pelanggaran Administrasi, Eliakim: Saya Gak Ada Diundang

"Pada saat itu ada juga yang datang pihak pemerintah. Yaitu Camat Siantar Timur dan Dinas Tarukim," jelas Handri, menjawab pertanyaan Ketua Majelis.

Sejumlah pertanyaan lain juga ditanyakan Anggota Majelis. Hanya saja keterangan yang disampaikan saksi dirasa belum tepat, sehingga pihak Pelapor diminta untuk menghadirkan saksi lain.

"Saya minta kepada pelapor untuk menghadirkan saksi yang lain, saya lihat saudara saksi ini tidak pas dan bisa-bisa kalah di persidangan,"ujar majelis.

Majelis pun menunda persidangan sampai hari Jumat, 8 Februari 2019, pukul 14.00 WIB. Dimana persidangan tersebut untuk mendengarkan saksi tambahan dan kesimpulan dari majelis.

Penulis: gee. Editor: gun.