HETANEWS.COM

Hakim Berang Oknum Dokter Terdakwa KDRT 3x Tak Hadiri Sidang

Terdakwa Herawati Sinaga (baju kuning) meninggalkan ruang sidang usai dituntut 10 bulan penjara, beberapa waktu lalu. (foto/ist)

Siantar, hetanew.com – Hakim PN Siantar tampak berang begitu mengetahui terdakwa kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Herawati Sinaga kembali tak hadir dalam sidang. Hakim pun mengatakan akan menghadirkan dokter independen guna memeriksa penyakit yang sebenarnya diidap terdakwa.

“Jika sampai tanggal yang ditentukan nanti tidak hadir juga, kami akan bawa dokter independen untuk memeriksa penyakit dia (terdakwa) itu,” ujar Hakim Ketua sidang, Fitra Dewi Nasution, Selasa (5/3/2019).

Sidang seyogianya untuk pembacaan Pledoi oleh terdakwa yang telah dituntut 10 bulan penjara atas kasusnya. Namun hingga tadi, terdakwa beralasan sakit  dan tidak hadir untuk ke tiga kalinya.

Dalam sidang tadi, Hakim Fitra memimpin sidang dibantu dua hakim anggota, Fhytta Imelda Sipayung dan M Nuzuli. Hadir sebagai penuntut umum, Rahma Sinaga.

Terdakwa diwakili seorang penasehat hukumnya, Risman H Siburian yang menyerahkan surat yang dikeluarkan dokter dari RS Vita Insansi, terkait penyakit terdakwa.

Baca juga: Kasus Majikan Aniaya Pembantu, Oknum Dokter Gigi Dituntut 10 Bulan

Baca juga: Kasus Majikan Aniaya Pembantu, DPP Partobuna Minta Hakim PN Siantar Beri Putusan Adil

“Kami gak mau dibilang ini itu karena kasusnya. Karena ada surat masuk ke kami dari perkumpulan marga itu menanyakan kasus ini,” ujar Hakim Fitra Dewi.

“Kita gak tau apa sakitnya ini. Diagnosanya juga gak ada. Kalo hanya (surat) gini gak ngerti kami apa. (Penasehat hukum) bilang ke terdakwa itu kalo dia masih tersangkut hukum disini,”timpal Hakim Fhytta.

Sidang ditunda dan akan dilanjutkan pada 8 Maret 2019 untuk pembacaan Pledoi. Hakim Fitra Dewi kepada pengacara terdakwa mengatakan kalau terdakwa harus menghadiri sidang itu.

Diberitakan, Herawati Sinaga dituntut 10 bulan penjara oleh JPU lantaran menganiaya Serti Mariani Butar-Butar, pembantunya. Sidang tuntutan berlangsung pada 7 Februari 2019.

Terdakwa yang berprofesi sebagai dokter gigi dinyatakan bersalah melanggar Pasal 44 ayat 1 UU nomor 23 tahun 20014 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

Penulis: bt. Editor: bt.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan