HETANEWS

Tubuh Jamal Khashoggi Diduga Dibakar Menggunakan Tungku

Keluarga Jamal Khashoggi bertemu Raja Salman.

Arab Saudi , hetanews.com - Sebuah investigasi yang dilakukan Aljazeera mengungkapkan diduga kuat tubuh jurnalis Jamal Khashoggi yang dibunuh pada Oktober 2018 dibakar di dalam sebuah tungku berukuran besar di rumah Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul. Rincian terbaru pembunuhan Khashoggi dilaporkan dalam sebuah tayangan dokumenter yang disiarkan pada Minggu kemarin oleh Aljazeera berbahasa Arab.

Pihak berwenang Turki memantau dari luar adanya oven atau tungku pembakaran di ruang terbuka ketika tas yang diyakini berisi bagian tubuh Khashoggi dipindahkan ke rumah konsul Saudi setelah dibunuh di dalam konsulat yang letaknya hanya beberapa ratus meter dari rumah tersebut. Demikian dilansir dari laman Aljazeera, Selasa (5/3).

Al Jazeera mewawancarai seorang pekerja yang membangun tungku tersebut. Dia menyatakan itu dibangun sesuai dengan spesifikasi dari konsul Arab Saudi dimana harus dalam dan tahan suhu di atas 1.000 derajat Celcius - cukup panas untuk melelehkan logam.

Pihak berwenang Turki menyatakan sejumlah besar daging juga dibakar setelahnya untuk menutupi jejak pembakaran jenazah Khashoggi. Pembakaran jenazah Khashoggi disebutkan memakan waktu selama tiga hari.

Penyelidik Turki juga menemukan jejak darah Khashoggi di tembok gedung konsulat setelah menghapus cat yang dibubuhi pelaku pembunuhan setelah nyawa kolumnis The Washington Post itu dihabisi pada 2 Oktober 2018.

Film dokumenter ini didasarkan pada wawancara dengan pejabat keamanan, politisi, dan beberapa teman Turki Khashoggi.

Dalam dokumenter itu disebutkan, Kepala intelijen Turki Hakan Fidan adalah pejabat pertama yang menghubungi Saudi mengenai keberadaan Khashoggi. Melalui telepon, Fidan mendesak putra mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) mengungkapkan apa yang terjadi pada Khashoggi.

Panggilan terputus. MBS menolak permintaan tersebut kemudian mengakhiri pembicaraan karena menganggapnya sebagai ancaman yang tidak dapat diterima.

Khashoggi, yang kerap melayangkan kritiknya terhadap MBS memasuki konsulat di Istanbul untuk mengurus dokumen pernikahannya dengan Hatice Cengiz,. Saat itu Cengiz menunggunya di luar gedung.

Riyadh awalnya bersikeras Khashoggi meninggalkan konsulat hidup-hidup namun kemudian mengakui jurnalis itu tewas dalam sebuah operasi yang diklaim dilakukan oleh unsur-unsur jahat. Sebuah laporan CIA mengatakan MBS kemungkinan memerintahkan pembunuhan Khashoggi - sebuah tuduhan yang disangkal Arab Saudi.

Sebelas tersangka telah didakwa atas pembunuhan Khashoggi di Arab Saudi, yang bersikeras akan menangani kasus ini dan menolak ekstradisi mereka ke Turki.

Pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa, Agnes Callamard, yang memimpin penyelidikan internasional atas pembunuhan itu, menyebutnya "pembunuhan brutal dan terencana, yang direncanakan dan dilakukan oleh pejabat negara Arab Saudi". Investigasi internasional dimulai pada akhir Januari dan sebuah laporan resmi akan jatuh tempo pada bulan Juni. 

sumber: suara.com

Editor: sella.