HETANEWS.COM

Dinas P&K Deliserdang Rampas Hak ASN Sakit Jiwa?

Slip gaji November 2018 dan SK Penugasan atas nama Salahuddin di Dinas P&K Deliserdang. (foto/adr)

Medan, hetanews.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Deliserdang diduga 'merampok' hak seorang Aparatur Negara Sipil (ASN) yang mengalami gangguan jiwa (depresi) atas nama Salahuddin. Tanpa sebab yang jelas, pihak Dinas Pendidikan & Kebudayaan tidak lagi memberikan haknya sebagai ASN di Dinas Pendidikan & Kebudayaan. 

"Jadi, orang tua saya tidak lagi menerima gaji sejak lima bulan terakhir. Sekarang saya bingung, kenapa orang tua saya tidak lagi mendapat gajinya. Apa karena orang tua sakit jiwa," ujar Sarifah Aini (anak korban-red) kepada wartawan, Selasa (5/3). 

Sarifah menjelaskan, ia bersama adik dan juga abangnya sudah mencoba meminta penjelasan kepada pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan soal status orang tua laki-lakinya yang tidak lagi mendapat haknya sebagai ASN. Namun sayang, pihak Pendidikan dan Kebudayaan Deliserdang malah 'melempar bola' ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Deliserdang. 

"Yang lempar bola itu namanya Bu Endang, bendahara di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan," ucapnya. 

Atas perintah dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, lanjutnya, mereka pun langsung pergi ke Dinas Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Deliserdang. Tapi lagi-lagi, pihak BKD mengaku tidak ada ASN atas nama Salahuddin.

"Tiba-tiba mereka bilang nama orang tua saya tidak terdaftar di BKD secara online. Di situ kita semakin terkejut, katanya bapak saya sudah tidak terdaftar lagi sejak beberapa tahun belakangan. Loh, kok bisa gini, kita kan jadi bertanya-tanya, ada apa ini? Tidak ada menerima surat apapun, kok tiba-tiba dipecat aja. Apa salahnya, apa ASN sakit jiwa itu salah," ungkapnya seraya mengatakan ayahnya sudah puluhan tahun menjadi ASN di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sergai.

Padahal, dia bilang, lima bulan sebelumnya, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan masih mengeluarkan gaji kepada orang tuanya sebasar Rp2 juta. 

"Bahkan, ini masih ada slip gajinya diterima, ada ini semua, November 2018 slip gaji terakhir. Nah, kok ada semua slip gaji ini kalau memang orang di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Deliserdang itu memang benar," bebernya.

Maka dari itu, dalam hal ini Sarifah mengaku bahwa ada dugaan permainan yang dilakukan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terkait masalah orang tuanya. Sarifah pun mengaku akan membawa kasus ini ke ranah hukum. 

Menanggapi persoalan itu, Kabid BKD Deliserdang, Sahrul ketika dikonfirmasi wartawan mengaku tidak ada menyimpan nama ASN atas nama Salahuddin di arsip BKD. 

"Tidak ada, nama Salahuddin di BKD. Kita sudah cek, tidak ada nama itu," ucapnya didampingi Bendahara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Deliserdang, Endang. 

Anehnya, Sahrul mengatakan jika slip gaji ASN atas nama Salahuddin di bulan November 2018 tersebut resmi. 

Penulis: adr. Editor: gun.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!