HETANEWS

Detik-detik 3 Remaja Mesum Digerebek di Eks Gedung Dinas Pendidikan, Satu Berhasil Lolos

Pasangan tidak sah ditangkap petugas sedang berduaan di kamar.

Aceh, hetanews.com - Tiga orang remaja tertangkap tengah melakukan kegiatan tak senonoh di lokasi bekas kantor Dinas Pendidikan Aceh Timur, yang berlokasi di Jalan A Yani, Gampong Paya Bujok, Seuleumak, Kecamatan Langsa Baro, AcehTimur.

Ketiga remaja itu adalah ML (18), seorang laki-laki yang tinggal di Birem Bayeun, Aceh Timur, dan pasangannya, MS (17), warga Langsa Kota.

Kemudian ada LS (17), dan pasangan lelakinya yang berhasil lolos pada saat penggerebekan. Ketiganya ditangkap oleh petugas Dinas Syariat Islam Langsa, dibantu oleh Polisi Wilayatul Hisbah (WH) yang saat itu tengah melakukan patroli keamanan. Ketiga remaja itu ditangkap oleh pihak berwajib pada Minggu (3/3/2019) dini hari.

Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa, Drs H Ibrahim Latif mengkonfirmasi kabar tersebut. Berdasarkan keterangannya, gedung kosong milik Dinas Pendidikan Aceh Timur itu memang kerap dijadikan sarang maksiat.

Hal semacam itulah yang kemudian menjadi masalah besar dalam hal penegakan syariat islam di Langsa.

Ibrahim menerangkan bahwa gedung milik Dinas Pendidikan Aceh Timur itu memang ditinggalkan dalam keadaan terbengkalai serta tak memiliki lampu penerang.

Kemudian, dirinya menerangkan bahwa penggerebekan tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 WIB.

"Senin malam sekira pukul 01.30 WIB, saat petugas menyisir gedung kosong ini, ditemukan sejumlah anak remaja berpasang-pasangan berbuat mesum (khalwat) baik di luar maupun di dalam gedung," kata Ibrahim.

Baca juga: Pasangan Remaja di Aceh Digerebek Sedang Bermesum Massal di Gedung Kosong, 3 Ditangkap Lainnya Kabur

Ibrahim juga menuturkan bahwa seharusnya pihaknya menangkap empat orang pelaku, namun satu pelaku berjenis kelamin lelaki berhasil lolos dari kejaran petugas.

"Seharusnya dapat kita amankan empat orang atau dua pasang. Tapi satu yang laki-laki berhasil lolos, akhirnya tiga orang saja yang dapat digelandang petugas WH," jelasnya.

Terkait kasus tindakan tak senonoh yang dilakukan dua pasang remaja ini, pihaknya kemudian memanggil keluarga para pelaku serta petua gampong untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Pihak Dinas Syariat Islam Kota Langsa juga telah melakukan koordinasi dengan Wali Kota Langsa, untuk alih fungsi bekas kantor Dinas Pendidikan Aceh Timur tersebut.

Hal itu dilakukan lantaran kantor tersebut sudah dalam keadaan tak terawat serta kerap dijadikan lokasi praktek permesuman.

"Pemkab Aceh Timur diharapkan mengelola atau pun memberi pemakaian kantor ini ke Kota Langsa untuk bisa dimanfaatkan, supaya tidak jadi sarang maksiat," ungkapnya menerangkan.

Lebih lanjut, ketiga pelaku itu kini telah diserahkan kepada pihak orangtua masing-masing. "Mereka (tiga remaja itu) sudah kami serahkan kepada orang tuanya untuk proses pembinaan," kata Ibrahin, Minggu (3/3/2019) malam.

Pengembalian ketiga pelaku mesum itu kepada orangtuanya dilakukan lantaran ketiga pelaku tak dapat diproses dengan Wanun Syariat Islam lantaran ketiganya masih berada di bawah umur.

Oleh karena itu, ketiga pelaku kemudian diserahkan kembali kepada orangtuanya agar dapat dilakukan pembinaan oleh pihak keluarga.

Namun sebelum benar-benar dikembalikan kepada keluarga, ketiga pelaku tersebut diminta untuk menandatangani surat perjanjian. Surat perjanjian itu berisikan pernyataan bahwa ketiganya tak akan mengulangi perbuatan yang sama di kemudian hari.

Jika kedapatan mengulangi kesalahan yang sama, maka ketiganya akan dihukum dengan langkah tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Ibrahim kemudian mengingatkan para orangtua agar lebih mengawasi perbuatan anak-anaknya.

"Kami harap orang tua mengawasi anak-anaknya, agar tidak terjerumus ke perbuatan pelanggaran syariat Islam," ucap Ibrahim mengingatkan.

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.