HETANEWS

Rapat Konven Pendeta HKI 2019 Menunjukkan Integritas Pemimpin Kontekstual

Pdt. Marhasil Hutasoit MTh.

Siantar, hetanews.com - Huria Kristen Indonesia (HKI) akan menggelar Rapat Konven Pendeta dengan tema Integritas Pemimpin Kontekstual pada 12-15 Maret 2019 di Grand Orri Berastagi, Kabupaten Karo.

Ketua Konven Pendeta HKI Pdt. Marhasil Hutasoit MTh menerangkan bahwa Konven Pendeta HKI adalah wadah permusyawaratan Pendeta yang akan membahas, mengkaji serta merumuskan ajaran, teologi, dan usaha pengembangan HKI. 

Tema kegiatan ini merupakan respon menyikapi berbagai fenomena yang sudah dan akan terjadi. Bahwa perubahan akan terus terjadi di semua lini kehidupan, dan peranan Pendeta menjadi amat penting memberi makna yang kuat dan tak luntur. 

"Integritas itu didasarkan pada kualitas iman, moral, etika dan karakter mulia atau yg sering disebut noble character. Pendeta ditantang menunjukkan diri sebagai pemimpin yg berintegritas dan memiliki komitmen total," jelas Pdt. Marhasil, Sabtu (2/3/2019).

Ia menjelaskan, integritas sebagai indikator yang memperlihatkan konsistensi dalam pelayanan. Tidak ada basa basi, tidak ada propaganda, tidak ada manipulasi, yang ada hanya hidup yang konsisten dalam tugas dan tanggungjawab yang dijalankannya.

Integritas juga menjadi modal besar dalam mengelola dan mengembangkan organisasi berbasis iman, sehinga organisasi gereja sebagai kumpulan umat yang sedang mengalamai proses pembentukan dapat bertumbuh dan berkembang. 

Tidak saja meraih hal-hal yang material berupa popularitas dan kemewahan dianiawi. Tetapi yang paling utama adalah mengamban tugas dan seruan Allah sesuai dengan maksudNya et majorem dei gloriaem (bagi kemulian Allah yang makin besar).

Peserta Konven Pendeta HKI 2019 ini akan diikuti sekitar 250 orang yang berasal dari berbagai tempat pelayanan seperti Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan. Konven juga akan dibekali nara sumber dari Amerika dan Philippina.

“Kiranya melalui konven, para pendeta semakin mantap melangkah mewarnai kehidupan yang kian hari makin redup serta mampu memberi panduan yang oleh umat dapat dijadikan pegangan," tambahnya.

Lebih lanjut Pdt. Marhasil Hutasoit mengatakan, di tahun politik ini khususnya, dalam memberikan hak konsitusionalnya para pemimpin diharapkan memberi teladan agar perebutan kuasa tidak dinomor satukan. 

Tetapi setiap kehendak menduduki jabatan apa pun itu, harus ditempatkan pada kerinduan mengabdi tanpa maksud tersembunyi.

Penulis: gee. Editor: edo.