HETANEWS

Lagi, Seorang IRT Dijambret, Uang Rp 7 Juta dan 2 ATM Bersaldo Rp 40 Juta Raib Dibawa Kabur Pelaku

Latifah Hanum Br Harahap (50), korban penjambretan yang merupakan Warga Desa Tanjung Sari, Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan, ditemani anak perempuannya saat hendak berlalu, menuju Polsek Kisaran Kota untuk membuat pengaduan, Sabtu (2/3/2019) siang sekira pukul 14.00 WIB. (Foto/Rendi)

Asahan, hetanews.com - Belum genap seminggu, setelah kasus penjambretan yang menewaskan seorang wanita paruh baya, beberapa waktu lalu. Kini aksi serupa kembali terjadi. Kali ini, korbannya seorang ibu rumah tangga (IRT), warga Desa Tanjung Sari, Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan.

Wanita yang mengaku bernama Latifah Hanum Br Harahap (55), mendadak histeris dan hilang kendali saat berada di perempatan jalan Ir. Sutami Kisaran, tepatnya di Komplek Perumahan DPRD Asahan, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kota Kisaran Barat.

Belakangan, ia diketahui menjadi korban penjambretan dan tengah ikut mengejar pelaku yang berhasil menjambret tas yang didalamnya terdapat uang tunai Rp. 7 juta, 2 kartu ATM BRI dan Mandiri, dengan total saldo sekitar Rp. 40 juta, serta surat-surat kendaraan lainnya.

"Tolong saya Pak, uang saya dijambret sama laki-laki pakai kaos hitam, naik kereta Vixion warna merah, isi tas saya ada 2 ATM isinya 40 juta dan uang cash 7 juta," ucap Faridah, terisak-isak kepada sejumlah wartawan, Sabtu (2/3/2019) siang, sekira pukul 12.30 WIB.

Cerita bermula, ketika ia mengendarai Yamaha Mio Soul GT bernomor polisi BK 5087 VBM dan hendak berbelanja menuju Kota Kisaran.

Sesampainya di Jalan Protokol yang menghubungkan Kecamatan Kota Kisaran Barat- Kecamatan Pulau Bandring, persisnya di depan SMKN 2 Kisaran, korban dipepet oleh orang tak dikenal dan memaksa mengambil tas korban yang berada di jok depan septor jenis matic tersebut.

Sambil berteriak-teriak meminta tolong, korban yang tak mau tinggal diam, akhirnya ikut mengejar pelaku.

Nahas, saat korban mengejar pelaku, korban sempat terjatuh dan terjungkir dari badan jalan. Dan beruntung pada saat itu, korban diselamatkan oleh warga dan pengendara yang sedang melintas.

Tak lama berselang, sekitar pukul 13.00 WIB, datang anak perempuan korban, dan seketika  langsung ikut bersama warga untuk menenangkan korban yang pada saat itu meraung-raung sejadinya.

Selanjutnya atas saran warga, korban ditemani anaknya, diarahkan untuk membuat pengaduan ke Polsek Kisaran Kota dan dan juga menyarankan agar korban secepatnya memblokir kartu ATM dengan melapor ke Bank yang dimaksud.

Kapolsek Kota Kisaran, Iptu Eddy Siswoyo saat dikonfirmasi via ponsel, membenarkan kalau korban datang bersama anaknya dan mengaku korban penjambretan.

Namun jelas Eddy, korban belum membuat pengaduan resmi, karena lebih memilih untuk mendatangi pihak Bank, guna meminta pemblokiran kartu ATM milik korban.

"Iya benar, ada wanita paruh baya bersama anak perempuannya datang kemari (Polsek Kisaran Kota, red). Namun saat hendak diterima dan dilayani, korban mendadak memohon izin untuk pergi ke Bank, karena ingin melakukan pemblokiran kartu ATM miliknya," ungkap Eddy, pada hetanews.com, pada Sabtu (2/3) sekira pukul 18.20 WIB.

Penulis: rendi. Editor: gun.