HETANEWS

Terkait Kapal Trawl masih Beroperasi di Sergai, Kapoldasu Minta Kapolres Segera Tertibkan

Kapodasu, Irjen Pol. Agus Andrianto saat diwawancarai wartawan, usai acara pelantikan Pujakesuma. (Foto/Sutrisno)

Sergai, hetanews.com – Kapodasu, Irjen Pol. Agus Andrianto, secara tegas meminta seluruh Kapolres yang bertugas di Kabupaten Deliserdang, Serdang Bedagai, Batubara, Asahan dan  Tanjungbalai dan Belawan untuk segera melakukan pengecekan dan menertibkan semua kapal pukat trawl, di perairan penangkapan nelayan tradisional yang jelas melanggar ketentuan.

“Saya minta Dit Polair Sumatera Utara, dibantu Polres Sergai dan bekerjasama dengan Angkat Laut untuk segera menertibkan alat tangkap ikan yang dilarang oleh peraturan tersebut. Jangan sampai nelayan tradisional menjadi susah. Dan saya juga sudah menggelar rapat kepada seluruh Bupati dan Wali Kota dalam mengatasi masalah kapal pukat trawl, agar semua Bupati /Wali Kota, menganggarkan alat tangkap pengganti pukat yang dilarang tersebut,”ungkap Kapoldasu,  usai acara pelantikan pengurus DPD Pujakesuma Kabupaten Sergai, Jum’at (1/3/2019) sore lalu, di Lapangan Bola Desa Sei Rejo,Kecamatan Sei Rampah.

Kapolda juga mengatakan, jangan biarkan masyarakat susah dikarenakan pukat kapal trawl, dan pengusaha kapal pukat trawl dihimbau agar tidak lagi mengoperasionalkannya lagi. Sebab selain melanggar peraturan Kemeneterian Kelautan RI, kapal pukat terlarang itu, bisa merusak habibat flora dan fauna yang ada di laut dan menyusahkan nelayan tradisional, kata Kapoldasu didampingi Bupati Sergai, Soekirman dan Kapolres Sergai, AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu.

Ketua Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Sergai, OK David Purba yang akrab disapa David, dengan  bergelar Datuk Setia, menyampaikan dukungannya terhadap Kapoldasu yang ingin menertibkan kapal pukat itu, di perairan laut tangkapan nelayan tradisional yang diperkirakan mencapai 2 mil dari bibir pantai.

 “Memang kasihan lah kita melihat nelayan tradisional yang mencari nafkah untuk menghidup anak dan istrinya dari hasil tangkapan ikan tersebut. Jika tidak melaut, bagaimana nasib anak dan istrinya. Ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama, karena berdampak terhadap kehidupan para nelayan tardisinoal. Sangat mendukung Kapoldasu, Kapolres Sergai, Angkatan Laut yang akan menyisir lautan, tempat beroperasinya kapal pukat trawl tersebut. Jika perlu, kapal pukat itu ditahan dan diproses, apabila sudah melanggar peraturan yang berlaku,”ungkap David.

Senada juga disampaikan Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Sergai, Yunasril. Tentunya kita mengapreasiasi Kapoldasu yang sangat peduli dengan keluh kesah nelayan tradisional dan langsung memerintahkannya ke Dit Polair Sumut dan Kapolres. Kita tentunya sangat mendukung langkah Kapoldasu, ujar Yunasril.

Penulis: sutrisno. Editor: gun.