HETANEWS

Kemenristekdikti Rencanakan 400 Beasiswa Buat Atlet Berprestasi

Para atlet Indonesia di Youth Olympic Games 2018

Jakarta, hetanews.com - Musyawarah Nasional Program Kerja bersama Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (BELMAWA) Kemenristekditi memberikan rekomendasi agar perguruan tinggi wajib mengalokasikan kuota dan jalur penerimaan mahasiswa baru bagi pelajar yang meraih prestasi olahraga di even. Kemenristekdikti pun merencanakan 400 beasiswa di tahun 2019 yang akan diberikan ke 10 Perguruan Tinggi.

Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sekaligus Sekjen Organisasi Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI), Didin Wahidin menjelaskan, hal ini dikarenakan saat Asian Games berlangsung, banyak atlet mahasiswa yang berhasil menyumbangkan medali untuk Indonesia.

"Kami akan berusaha mengoptimalkan rancangan tersebut agar dapat terbentuk atlet-atlet yang berkualitas secara prestasi dan terjamin masa depannya," ujar Didin melalui sebuah pernyataan tertulis, Jumat (1/3).

Karenanya, rekomendasi lain dari hasil musyawarah tersebut yakni atlet berprestasi pada kejuaraan atau liga mahasiswa nasional dan internasional harus diberi penghargaan dalam bentuk beasiswa atau bentuk penghargaan lainnya.

Selain itu, juga perlu dibuatkan regulasi yang mengatur masa studi dengan modus pembelajaran non-konvensional bagi atlet yang mengikuti program Pemusatan Latihan Nasional (PELATNAS) secara berkelanjutan dan sepanjang tahun.

Kemudian, cabang Olahraga yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) juga harus mengacu kepada cabang olahraga Olimpiade, cabang olahraga wajib Universiade, cabang olahraga yang dipertandingkan ASEAN
University Games, dan cabang olahraga asli Indonesia.

"Perlu diselenggarakan Pekan Olahraga Mahasiswa Paralimpik Nasional (POMPARNAS) khusus bagi mahasiswa difable dan penyelenggaraan kejuaraan/liga mahasiswa tingkat nasional rutin setiap tahun," lanjut Didin.

Musyawarah tersebut juga mengusulkan agar kalender akademik perguruan tinggi seluruh Indonesia menjadi seragam, dan Program Pusat Pembinaan dan Latihan Mahasiswa (PPLM) perlu mengembangkan jumlah atlet dan jenis cabang olahraganya.

Rekomendasi lain dari musyawarah tersebut juga mengusulkan agar Pusat Pembinaan dan Latihan Mahasiswa (PPLM) cabang olahraga berorientasi untuk mempersiapkan atlet mahasiswa mengikuti Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional, ASEAN University Games, dan Universiade.

Kemenristekdikti juga didesak perlu memfasilitasi perguruan tinggi untuk mengembangkan program studi dengan bidang kekhususan yang dibutuhkan untuk pengembangan olahraga. Sebab, pembinaan prestasi olahraga merupakan pembinaan yang sifatnya berjenjang dan berkelanjutan.

sumber: suara.com

Editor: sella.