HETANEWS

Pembangunan Tol Dalam Kota Medan Dimulai Juli 2019

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi didampingi Wagubsu Musa Rajekshah, Walikota Medan, Dzulmi Eldin, Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, Dirut PT. Citra Marga Nusaphala Persada Tbk Tito Sulistio dan Dirut PT. Adhi Karya (Persero) Tbk Budi Harto usai penandatangan Nota Kesepakatan Bersama Pembangunan Tol 30,97 Km Helvetia-Amplas, Jumat (1/3/2019). (foto/biro humas pemprovsu)

Medan, hetanews.com – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmaydi menandatangani nota kesepatakan bersama, dengan Walikota Medan Dzulmi Eldin, Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, dengan Dirut PT. Citra Marga Nusaphala Persada Tbk Tito Sulistio dan Dirut PT. Adhi Karya (Persero) Tbk Budi Harto untuk pembangunan jalan tol Helvetia – Amplas yang dilaksanakan di Aula Raja Inal Siregar Lantai 2 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Jumat (1/3/2019).

Pembangunan tol sepanjang 30,97 Km yang seluruhnya didanai pihak swasta itu diperkirakan membutuhkan investasi Rp7 triliun. Terdiri dari 3 seksi, yaitu Seksi I Helvetia - Titikuning sepanjang 14,28 Km, Seksi II Titikuning - Pulobrayan sepanjang 12,44 Km dan Seksi III Titikuning - Amplas sepanjang 4,25 Km.


Edy Rahmayadi mengatakan, keberadaan tol di dalam Kota Medan itu diharapkan dapat mendukung berkembangnya industri pariwisata di daerah ini. Termasuk mewujudkan kunjungan 500 ribu wisatawan ke Sumut. “Kalau tidak kita lakukan, yang katanya cita-citanya 500 wisatawan itu datang ke Sumatera Utara ini, tak akan datang itu. Dengan jalan berlobang, sampah. Tak kan datang mereka,” ujarnya.

Jalan tol yang rencananya berada di sepanjang jalur Sungai Deli itu, juga diharapkan dapat mebangkitkan pariwisata Kota Medan. “Sungai itu dibersihkan, dijadikan wisata, di atasnya jalan tol kanan kiri, ini mimpi besar,” ucap Edy.

 Mantan Pangkostrad ini mengajak seluruh pihak terkait untuk bersama-sama ikut mewujudkannya. “Ini yang harus kita sikapi, Pangdam, dari Angkatan Udara, dan Angkatan Laut. Karena itu tak akan jadi kalau bukan keputusan kita bersama,” terangnya.

Pembangunan jalan tol dalam Kota Medan ini harus dikejar. Kepada Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Arief Sudarto Trinugroho, diminta agar tidak mempersulit proses perizinan dan berkoordinasi dengan perizinan Kota Medan. Kepada pengembang diminta dalam tiga bulan ke depan sudah memulai pengerjaannya. 

“Bulan Juli tahun 2019 ini harus sudah peletakan batu pertama (groundbreaking),” tegas Edy Rahmayadi.

 Dirut PT. Citra Marga Nusaphala Persada Tbk Tito Sulistio mengatakan Untuk tahap awal akan dilaksanakan pengerjaan seksi 2 Titikuning – Pulobrayan. Sementara anggarannya dari pihak swasta yakni PT. Citra Marga Nusaphala Persada Tbk dan PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. “Untuk masalah perizinannya dari pihak pemerintah yaitu Kementerian PU, Pemprov Sumut dan Pemko Medan,” sebut Sulistio.

Tito menyampaikan, pembangunan tol tersebut diperkirakan akan selesainya pekerjaannya dalam dua tahun. ”Dari mulai pembebasan dua tahun kira-kira untuk tahap awal. Untuk dananya akan segera dilakukan studi. Studi akan dilakukan secepatnya. Kira-kira Rp7 triliun,” ucapnya.

Penulis: david. Editor: gun.