HETANEWS

Warga Keluhkan Jalan Rusak, Oknum Anggota DPRD: Jalan Itu Masih Kuat

Jalan rabat beton di Jalan Sadum ujung, Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara. Jalan ini menghubungkan ke Jalan Siak, Kelurahan Bantan. (foto/gee)

Siantar, hetanews.com - Sebuah jalan rabat beton di Jalan Sadum ujung yang menghubungkan ke Jalan Siak, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Utara, terancam runtuh. Keluhan warga atas jalan rusak itu diabaikan oknum Anggota DPRD Siantar.

Dari permukaan atas jalan sekilas masih tampak bagus. Namun tanah dibawah jalan sudah mengalami erosi sedalam 4 meter. Warga yang bermukim di sekitar lokasi menyebut longsor sudah empat kali terjadi.

Erosi pertama kali berlangsung pada 14 November 2018. Kejadianya tidak lama setelah proyek jalan itu selesai. Warga memperkirakan jalan itu tidak lama lagi akan runtuh bila hujan deras terus menerus terjadi.

"Gak ada lagi tanah penahannya. Lihatlah jalan itu (bagian bawah) sudah bolong," kata Boru Panggabean, Ibu yang sehari hari melewati jalan tersebut.

Warga lainya mengatakan, mereka telah menyampaikan kerusakan jalan itu ke Pihak Kelurahan Bane. Bahkan persoalan ini juga sudah disampaikan ke salah seorang anggota DPRD Siantar, yang rumahnya tidak jauh dari lokasi jalan rusak itu.

Warga menyayangkan pernyataan Anggota DPRD tersebut karena terkesan mengabaikan keluhan mereka. 

"Ada disini Anggota Dewan, ku bilang, ini (jalan) sudah parah, dibangun pun percuma juga. Ku bilang lah gitu. Tapi dia bilang, 'Masih kuat itu (jalan)' katanya," cerita warga. 

Disinggung mengenai siapa nama anggota Dewan yang bertempat tinggal di jalan tersebut, mereka hanya tertawa kecil. "Gak usalah, nanti gak enak kan," ucap Ibu itu, seraya mengasumsikan bahwa awak media sudah mengetahuinya.

Ditemui terpisah, Kepala BPBD Kota Siantar, Daniel Siregar, mengatakan pihaknya sudah meninjau ke jalan rusak yang menghubungkan dua kelurahan itu. 

"Kita sudah kesana. Kami sedang me lakukan pengecekan jalan jalan yang rusak dari tiap kelurahan," kata Daniel ditemui Kamis (28/2/2019) sore. 

Senada disampaikan oleh Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Siantar, Irwansyah Saragih. 

"Sudah ditinjau, dan itu termasuk di dalam pekerjaan tahun ini, dalam dana tidak terduga," katanya. 

Meski demikian, jalan rusak itu tidak dibubuhi pertanda bahaya. Sementara warga senantiasa was was saat melintas diatas jalan rabat beton yang sewaktu-waktu berpotensi runtuh.

"Cemanalah kan, disana ada jalan rusak udah dibuat tanda bahaya. Disini gak ada dibuat apa apa. Naik keretapun gak berani lagi awak," tukas boru Panggabean.

Penulis: gee. Editor: gun.