HETANEWS

Divonis 7 Tahun, Penjual Sabu Ini Menangis saat Tinggalkan Ruang Sidang

Jaksa hadapkan terdakwa ke sidang PN Simalungun, mendengar vonis 7 tahun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Majelis hakim, pimpinan Roziyanti, meringankan hukuman Rudi Herianto (38), warga Huta I Tinjowan, Nagori Kampung Lalang, Kecamatan Ujung Padang, menjadi 7 tahun denda Rp 1 milyar, subsider 3 bulan penjara, di PN Simalungun, Kamis (28/2/2019).           

Hakim dan jaksa, sepakat mempersalahkan terdakwa dengan pasal 114 (1) UU RI No 35/2009. Tapi hakim tak sependapat dengan lamanya masa pemidanaan.

Sebelumnya, jaksa A.Vernando Sinaga, menuntut pidana penjara selama 10 tahun dan denda yang sama dengan putusan hakim.          

Terdakwa terbukti menjual sabu kepada Budi (DPO) sebanyak 2 paket, pada Jumat, 3 Agustus 2018, lalu. Sebelumnya, terdakwa menerima sabu dari Menteng (DPO) sebanyak 7 paket. Sisa 5 paket sabu disimpan, di rumah Hardiansyah alias Dian (dituntut terpisah).      

Keesokan harinya, Budi memesan lagi dari terdakwa. Tapi terdakwa menyuruh kurirnya Dian untuk mengantarkan sabu. Naas, Dian ditangkap dengan barang bukti 2 paket sabu.         

Mengaku disuruh terdakwa, maka polisi pun menangkap Rudi, dengan barang bukti sabu, 3 plastik klip kosong ukuran sedang dan 28 plastik klip ukuran kecil, dinyatakan dimusnahkan. Serta uang hasil penjualan sabu Rp.150 ribu, dinyatakan dirampas untuk negara.        

Didampingi pengacara, Antoni Sumihar Purba, terdakwa menyatakan pikir-pikir.  Atas putusan itu, terdakwa menangis saat keluar dari ruang sidang Tirta PN Simalungun.

Penulis: ay. Editor: gun.