HETANEWS

Bawaslu Sumut dan Bawaslu Samosir Sosialisasi Pengawasan Partisipatif

Komisioner Bawaslu Sumut, Suhadi Situmorang dan Henry Sitinjak, didampingi Bawaslu Samosir, sampaikan sosialisasi pengawasan partisipatif Pemilu bagi kaum milenial dan pemula, di Hotel JTS Parbaba, Kecamatan Pangururan, Kamis (28/2/2018). (Foto/STM)

Samosir, hetanews.com - Masih banyaknya pemilih milenial dan pemula yang belum paham, dalam mengikuti Pemilu, khususnya di daerah, mendorong Bawaslu Sumut dan Bawaslu Samosir, mengadakan  sosialisasi pengawasan partisipatif, di Hotel JTS Parbaba, Kecamatan Pangururan, Kamis (28/2/2019).

Ketua Bawaslu Samosir, Anggiat Sinaga, menyambut baik atas hadirnya Bawaslu Sumut dalam kegiatan ini.

Dipertegasnya, bahwa sosialisasi pengawasan partisipatif pada Pemilu 2019 yang akan akan digelar pada 17 April mendatang, merupakan  kerjasama antara Bawaslu Sumut dan Samosir.

‘Kami akan berusaha semaksimalnya melaksanakan amanah yang diberikan, agar bertindak sesuai aturan dan undang - undang dalam pelaksanaan pengawasan di wilayah Samosir dan siap mendukung terselenggaranya Pemilu tahun ini dengan sebaik-baiknya,"ujarnya.

Sementara Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Sumut, Suhadi Sukendar Situmorang, pada kesempatan ini, menyampaikan arahan, uraian dan himbauan bagi para pemilih milenial dan pemula, agar ikut serta peduli atas terselenggaranya Pemilu.

Suhadi mengatakan, bahwa siapa saja, jika sudah berumur 17 tahun ke atas dapat menjadi pengawas. Dari 190 juta lebih DPT di Indonesia, sebagian adalah pemilih kaum milenial, khususnya adek - adek yang duduk di tingkat SMA/SMK. Untuk itu, kami berharap dari Bawaslu agar kawula muda yang saat ini hadir menjadi motivator bagi pemilih milenial yang tidak dapat hadir disini, ungkapnya.

Disini Bawaslu diminta untuk menjalankan teknis pengawasan dalam mengikuti kegiatan Pemilu oleh Pemerintah. Jadi kami berupaya menjalankannya sesuai tata cara tahapan dan undang – undangnya, yaitu, UU 1945, UU No.7 tahun 2017 tentang Pemilu, Peraturan Bawaslu, dan PKPU No.7  tahun 2018. Jadi berdasarkan UU dan peraturan ini, maka KPU harus teliti melaksanakan dan tetap koordinasi dengan Bawaslu dengan menyertakan masyarakat, jelasnya.

"Kami anjurkan anda semua melihat Daftar Pemilihan Sementara (DPS) di daerah anda. Jika ada yang masih bermasalah, agar mengurusnya ke panitia pemilihan terdekat, sebelum keluar Daftar Pemilihan Tetap (DPT). Agar dapat ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku. Dan jika ada keluarga atau teman anda yang butuh surat pindah memilih, minta saja surat form A5,"himbaunya.

Selanjutnya Suhadi juga menyemangati yang hadir. "Estimasi saya karena banyaknya waktu yang tersita, akibat banyaknya pekerjaan kita, terutama mengawasi Pilpres, pemilihan DPR dan DPRD serta DPD, kita menjadi lelah. Untuk itu, kita mengawasi Pemilu ini, ada saja yang lalai. Benar bahwa Bawaslu itu adalah manusia, tetapi jangan sampai kelalaian kita.  Untuk itu, kami harapkan agar kita menjadi pemicu kegagalan atau gangguan jalannya proses berdemokrasi. Begitu juga dengan berita acara di TPS, harus diisi oleh KPPS, jangan sampai ada pihak lain yang mengisinya. Hal ini akan kami tindak, tanpa ada toleransi,”tutup Suhadi.

Anggota Bawaslu Sumut Bidang Hukum dan Data Informasi, Henry Sitinjak, mengatakan, intinya bagaimana mengajak masyarakat agar turut melakukan pengawasan bersama - sama, dalam rangka memperkaya kemampuan kita dalam menjalankan tugas - tugas pemilihan umum.

"Sebagai masyarakat yang sportif, kami yakin anda semua pasti menginginkan jalannya pemilu berjalan dengan aman dan kondusif. Kami juga tidak ingin akan adanya kesalahan dalam menjalankan tugas, sebagai pengawas. Manatau ada laporan dan ditindak oleh DKPPU (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum) sehingga penting juga kami sebagai profesional dalam menjalankan ya,"sebutnya.

Acara ini dihadiri KPUD Samosir dan puluhan siswa/i SMAN 1 Pangururan serta SMAN 2 Pangururan, kelompok petani, tokoh masyarakat, tokoh adat, organisasi masyarakat, penyandang disabilitas, para jurnalis dan OKP. 

Penulis: stm. Editor: gun.