HETANEWS

Korban Meninggal Usai Dipukul Pak Melisa

Terdakwa Darma Sinaga alias Pak Melisa hendak meninggalkan ruang sidang. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Darma Sinaga alias Pak Melisa (45), warga Dusun I Desa Pondok Buluh, Kecamatan Dolok Panribuan didakwa membunuh korban Ja'far Manik, diadili di PN Simalungun, Kamis (28/2/2019). 

Dakwaan penuntut umum Barry Sugiharto, SH., menyebutkan, korban meninggal pada Kamis, 18 Oktober 2018 pukul 22.30 WIB setelah dipukul di bagian hidung dan dada diinjak oleh terdakwa. 

Penganiayaan itu terjadi di warung saksi Risma Haloho di Huta Tanjung Dolok, Nagori Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon.           

Sebelumnya, korban sudah berseteru dengan terdakwa, karena ucapan korban yang merendahkan marga Sinaga dengan mengatakan, "Boru Sinaga yang menjemput aku jadi suami, istriku aja banyak". Terdakwa sempat marah dan hendak memukul korban tapi dihalangi saksi James Sinaga.          

Korban yang sudah mabuk ditidurkan di bangku depan warung. Lalu masuk ke kamar milik saksi Risma Haloho dan meminta agar terdakwa mengeluarkan korban dari kamarnya dengan celana setengah terbuka.            

Terdakwa menarik paksa korban agar keluar dari kamar sambil memukul bagian hidungnya. Lalu korban jatuh telentang. Kesempatan itu digunakan terdakwa memijak bagian dada 1 kali.              

Saksi Rosinta br Sirait yang juga berada di warung keluar dan memeriksa korban, ternyata sudah tidak bernyawa lagi. Saksi langsung melapor ke Polsek Parapat. Korban dinyatakan meninggal dunia sesuai visum No:15035/IV/UPM/X/2018.             

Jaksa Barry menjerat terdakwa dengan Pasal 338 atau Pasal 351 (3) KUHPidana dalam dakwaan kedua. Didampingi pengacara Antoni Sumihar Purba, SH., terdakwa tidak keberatan dan tidak mengajukan eksepsi.
             

Untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi, majelis hakim pimpinan Novarina Manurung, SH., menunda persidangan hingga sepekan.

Penulis: ay. Editor: gun.