HETANEWS

Sindikat Spesialis Pencurian Mobil Diringkus Jatanras Polres Simalungun

Polres Simalungun ketika memaparkan tujuh orang pria sindikat spesialis pencurian mobil antar provinsi, Rabu (27/2/2019). (foto/hza)

Simalungun, hetanews.com - Tujuh orang pria sindikat spesialis pencurian mobil antar provinsi, berhasil diungkap Satreskrim Polres Simalungun, Rabu (27/2/2019).

Untuk ketujuh pelaku, yakni, TR (25), DHZ (29), RTS (22), HSD (43), ZA (40), LA (25), dan BA (23) dirikus di wilayah Kabupaten Simalungun yakni TR (25), DHZ (29), RTS (22), HSD (43), ZA (40), LA (25), dan BA (23). Dari tujuh pelaku ada  penadah yang diringkus di Binjai.

Hasilnya, petugas menyita 11 mobil berbagai jenis mulai dari Rocky, Taft, Hilline, dan L300 turut disita sebagai barang bukti dari kejahata.

Dalam keterangan persnya, Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Ruzi Gusman, sempat menyuruh pelaku  melakukan aksinya pencuriannya yang mana hanya bermodalkan tang dan obeng.

Hanya dengan dua metode, pelaku berhasil membawa mobil curian. Adapun cara pelaku mencuri mobil, yakni dengan membobol kunci pintu mobil, lalu masuk ke bagian kemudi (stir).

Dengan membongkar setir yang mana terdapat berbagai kabel, lantas pelaku memutuskan beberapa kebel, lalu menyambungkan kabel yang lain. Setelah mobil hidup pelaku melakukan penusukan paksa di bagian stop kontak.

AKP Ruzi menjelaskan dalam konfrensi pers, pelaku beraksi berjumlah tiga orang berdasarkan pesanan atau tidak. Namun, jika tidak ada pesanan, pelaku akan melakukan hunting. Sindikat ini, menjual hasil curiannya dengan harga mulai Rp 7 juta hingga Rp 23 juta.

"Mereka beraksi ketik situasi sepi, seperti pukul 01.00WIB pagi hingga pukul 03.00 WIB pagi,"ujarnya.

Selain barang bukti, Ruzi juga menyampaukan, pihaknya juga menyita menyita air softgun, peluru, dan sebo dari pelaku "Senjata ini digunakan pelaku dalam kondisi terjepit. Pelaku telah melakukan aksi mulai November 2018 hingga Februari 2019," ungkapnya seraya mengatakan, pelaku baru pertama kali tertangkap dan mereka saling mengenal serta tinggal satu lingkungan, lalu melalukan kejahatan bersama.

"Untuk mengembangkan kasus ini, Polres Simalungun telah melakukan kordinasi dengan Polres di seluruh Sumatera Utara. Kita masih melakukan pencarian dua orang lagi yang masuk dalam jaringan mereka. Untuk tujuh tersangka ini, terancam Pasal 363 dengan ancaman 9 tahun,"pungkasnya.

Penulis: hza. Editor: gun.