Mon 18 Mar 2019
Menyambut HUT Hetanews.com ke 5, kami membuka peluang terhadap jurnalis-jurnalis muda (usia 21-31) untuk bergabung dengan kami di seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut).
Kirim lamaran dan CV ke alamat Redaksi di Jalan Narumonda Atas No 47, Pematangsiantar-21124, Tel (0622-5893825) HP: 082167489093 (Reni)/ 082274362246 (Tommy Simanjuntak) atau Email: redaksihetanews@gmail.com. Pengumuman ini berlaku dari 7 Maret sampai 7 April 2019. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Kapoldasu Sesalkan Keributan yang Diduga Dilakukan Anggota FPI

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Adrianto dan Wali Kota Tebingtinggi, H Umar Zunaidi Hasibuan yang kecewa dengan tindakan oknum diduga anggota FPI yang telah merusak suasana Tabligh Akbar Harlah NU ke 93 di Kota Tebingtinggi. (foto/rps)

Tebingtinggi, hetanews.com - Kapolda Sumatera Utara (Kapoldasu), Irjen Pol Agus Adrianto, menyesalkan keributan yang dilakukan sekelompok pemuda yang diduga anggota FPI saat berlangsungnya Hari Lahir Nadhlatul Ulama ke-93 yang mendatangkan Gus Muwafiq dari Jakarta, Rabu (27/2/2019), di Lapangan Merdeka Tebingtinggi.

Tidak diketahui secara pasti asal muasal insiden keributan tersebut, namun kejadian keributan ini terjadi menjelang Gus Muwafig akan mengakhiri tausyiah kebangsaannya.  Secara mendadak dari kerumunan massa, petugas Polres Tebingtinggi tampak berupaya melarang seorang pemuda yang mencoba untuk menerobos masuk kedalam lapangan.

Bahkan saat para petugas berupaya untuk mengamankan pemuda lainnya, beberapa anggota FPI itu melakukan perlawanan, bahkan sempat menendang salah seorang petugas yang berpakaian preman. Menurut salah seorang pengunjung yang berdekatan dengan lokasi kejadian, awalnya polisi hanya memperingatkan secara baik-baik dan mengajak pelaku untuk keluar lapangan.

Baca juga: Kapoldasu Hadiri Tabligh Akbar dan Tausyiah Kebangsaan Harla NU Ke- 93 Kota Tebingtinggi

Baca juga: Ormas FPI Buat Rusuh di Tabligh Akbar Tebingtinggi, 8 Orang Diamankan Polisi

Akan tetapi salah seorang pemuda yang mengenakan kaos ‘2019 Ganti Presiden’ berteriak bubarkan-bubarkan, dan berupaya melawan petugas yang ingin mengamankannya. Melihat insiden tersebut, akhirnya Kapoldasu turun dari tribun kehormatan dan langsung menuju lokasi kerumunan massa serta memerintahkan kepada petugas dan Kapolres Tebingtinggi untuk membawa para pembuat onar ke Mapolres Tebingtinggi.

Sementara itu, Wali Kota Tebingtinggi, H Umar Zunaidi Hasibuan, dalam wawancaranya kepada sejumlah wartawan, mengaku sangat kecewa dengan tindakan oknum diduga anggota FPI yang merusak suasana Tabligh Akbar dan menyerahkan langsung proses hukum kepada kepolisian, karena hal tersebut mencemarkan nama baik, dan merusak citra agama Islam.

Hingga kini, para pelaku kerusuhan yang berjumlah 5 orang tersebut telah ditahan dan masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Tebingtinggi. Dan hingga berita ini diturunkan belum untuk ada keterangan resmi dari Polres Tebingtinggi terkait dengan kelompok pemuda yang diduga dari anggota FPI Tebingtinggi tersebut.  

Penulis: rps. Editor: gun.