HETANEWS

Adiaksa Purba: Semua Prosedur Administrasi Dirangkum BPBD Siantar

Salah Seorang pengendara sepeda motor melintas di Jalan Manunggal Karya, Kecamatan Siantar Marimbun, Senin, 25 Februari 2019, lalu. (foto/gee)

Siantar, hetanews.com - Kepala DPPKAD, Adiaksa Purba, menilai BPBD Kota Siantar lamban mengurus prosedur administrasi, terkait perbaikan julan rusak yang diakibatkan bencana alam.

Adiaksa mengatakan, pihaknya belum menerima selembar surat maupun berkas pengajuan perbaikan jalan rusak dari BPBD Kota Siantar.

Lanjutnya, prosedur administrasi untuk mengeluarkan anggaran untuk perbaikan jalan atau bencana dari hasil laporan BPBD terbilang mudah.

BPBD seharusnya menetapkan SK jika hal itu sudah masuk kategori bencana, berdasarkan laporan dari masyarakat, lurah dan pihak Kecamatan, ujarnya.

"Kemudian setelah itu ditetapkan bencana, terbit lah SK Wali Kota. Sebenarnya cepatnya," kata Adiaksa Purba menambahkan, Rabu (27/2/2019).

Menurut dia, sembari menyusun anggaran untuk itu,  BPBD dapat menghunjuk kontraktor agar bisa langsung mengerjakan kerusakan jalan agar segera diperbaiki.

"Kemudian setelah itu, sembari lah menyusun anggarannya. Sembari itu juga mereka bisa langsung menghunjuk pemborongnya dan bisa langsung dikerjakan itu," pungkasnya.

Pihaknya menyayangkan BPBD yang terkesan tidak cepat dan tanggap menangani persoalan jalan rusak itu, hingga memakan korban jiwa.

"Berkas itu belum ada selembar pun disini. Bilang sama mereka. Sama kami pun gak ada, gak ada sampai," katanya.

Adiaksa menjelaskan, setelah pihaknya menerima SK bencana, kemudian ada SK penggunaan dana TT (Tidak Terduga) dan ada RAB (Rancangan Anggaran Biaya) barulah anggaran perbaikan jalan dapat dicairkan.

"Semua prosedur administrasi ini diramu dan dirangkum oleh BPBD. Mereka semua yang mengerjakan itu," tegasnya.

Kepala BPBD Kota Siantar, Daniel Siregar, yang dihubungi via telephone Rabu sore belum berhasil dikonfirmasi. Nomor telephone yang dikontak tak menjawab panggilan awak media.

Baca juga: Pasca Pengendara Tewas, BPBD Hanya Siapkan Garis Pembatas

Sementara, Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Siantar, Irwansyah Saragih, dihubungi diwaktu yang sama mengatakan, pengajuan untuk perbaikan jalan sudah diteken oleh Wali Kota Siantar, di rumah dinas Wali Kota, Selasa kemarin.

Sebelumnya, salah seorang pengendara sepeda motor, Sugiono (55), melaju dari arah jalan Melanthon Siregar melewati Jalan Manunggal Karya menuju arah Jalan parapat, Kecamatan Siantar Marimbun, Selasa dini hari, sekitar pukul 04.45 WIB.

Polisi menduga terjadinya kecelakaan akibat adanya lubang besar di tengah badan jalan, yang bermula akibat longsor, sehingga pengendara pengendara sepeda motor itu tidak memperhatikan lubang dan akhirnya terjatuh kedalam lubang dengan kedalaman 3 meter dan  lebar 5 meter.

Akibat kejadian naas itu, Sugiono yang diketahui sebagai warga Huta Parbalokan, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, meninggal dunia di RS Tiara Kota Siantar.

Penulis: gee. Editor: gun.