HETANEWS

Bawaslu Kabupaten Karo Tertibkan APK Menyalahi Aturan

Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Abraham Tarigan, didampingi staf Diva Arjuna Depari, saat di ruang kerjanya, Rabu (27/2/2019). (foto/charles)

Karo, hetanews.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Karo, menertibkan sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK) yang dianggap menyalahi aturan. Penertiban dilakukan di seluruh Kabupaten Karo.

Ketua Bawaslu Karo, Eva Juliani Pandia melalui Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Abraham Tarigan, didampingi staf Diva Arjuna Depari, mengatakan, pembersihan APK ini, merupakan tugas kegiatan rutin yang dilaksanakan Bawaslu, di 17 kecamatan, kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (27/2/2019).

"Mekanisme yang dilakukan Bawaslu adalah kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Karo selaku executor. Dalam proses di lapangan adalah Polisi Pamong Praja," jelasnya.

Ditambahkannya, pemasangan, persediaan APK sudah difasilitasi KPU, begitu juga fasilitas percetakan APK. Apabila peserta penyelenggara merasa kurang, maka harus mengajukan izin desain. Apabila sudah mengajukan izin desain baru bisa dicetak, tegasnya.

" Kenapa ijin desain diperlukan, karena akan menjadi acuan yang tidak menimbulkan hoax. Apabila sudah lulus ijin desain, maka peserta penyelenggara pemilu mengajukan titik pemasangan yang telah ditentukan KPU. Dan bisa juga diletakkan dilokasi yang diinginkan, apabila ada ijin dari pemilik lahan atau pemilik rumah," terangnya lagi.

Menurutnya, APK liar ditertibkan, karena melanggar ketentuan peraturan KPU (Komisi Pemilihan Umum) tentang kampanye. Seperti dipasang di pohon, di dekat rumah ibadah, fasilitas umum dan di lingkungan pendidikan.

Dalam peraturan tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye Legislatif, alat peraga tidak boleh dipasang di jalan protokol, jalan bebas hambatan, sarana dan prasarana publik, taman dan pepohonan, paparnya.

Abraham menambahkan, penertiban APK liar dan yang menyalahi terus berlangsung di setiap kecamatan dengan melibatkan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), karena diduga APK liar masih banyak di wilayah pedesaan.

Penulis: charles. Editor: gun.