Medan, hetanews.com - Kematian Nurhayani (38) disebut masih menjadi misteri. Keluarga menduga Ibu Rumah Tangga (IRT) yang menetap di Jalan SM Raja, Gg Masjid, Teladan Barat, Medan Kota, itu dibunuh kekasih gelapnya berinsial AH (33).

Jasad korban telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) SM Raja, Medan, usai ditemukan tewas dirumahnya pada 10 Februari 2019.

Menurut keterangan keluarga korban, Zahirsyah (42) saat ditemui wartawan, Selasa (26/2) mengatakan, korban pertama kali ditemukan tewas oleh pihak keluarga.

Meski sempat merasa aneh dengan kematian korban, namun menurutnya keluarga menepis prasangka tersebut sehingga mengebumikan jenazah korban.

"Awalnya kita bingung juga, korban ini kok bisa meninggal tiba-tiba. Padahal setahu kita, korban tidak ada mengidap penyakit apapun," kata Zahirsyah.

Nah, seminggu berlalu pasca kematian korban. Belakangan, kabar jika korban tewas karena dibunuh pun sampai ke telinga pihak keluarga. Kabar itupun menguat ketika pihak keluarga mendengar keterangan dari sejumlah rekan-rekan korban.

"Jadi, dari sinilah kita sadar bahwa korban ini tewas karena dibunuh. Makanya kita coba untuk angkat lagi kasus ini, karena kita (keluarga) tidak mau salah untuk ke-dua kali. Kita juga tidak keberatan jika makan korban harus dibongkar," serunya.

Dalam hal ini, kata dia, pihak keluarga menyimpulkan bahwa korban diduga kuat tewas karena dicekik oleh pelaku.

"Sebab lehernya ada bekas cekikan, kita masih melihat itu. Selain itu, wajah korban juga telihat lebam di bagian mata sebelah kiri," sebutnya seraya mengatakan kasus ini telah dilaporkan kepada pihak Polrestabes Medan.

Curhat Sebelum Tewas

Walau masih simpang siur, kematian korban juga disebut-sebut juga dilatar belakangi hubungan asmara. Hal ini disampaikan keponakan korban, Duan, saat ditemui di lokasi yang sama.

"Katanya juga mereka ini ada juga berhubungan asmara, tapi ini masih simpang siur. Tapi isu-isi juga sudah beredar," ujar Duan.

Dijelaskan Duan, isu kisah asmara korban dan terduga pelaku terkuak ketika rekan-rekan korban mengungkap keanehan itu kepada keluarga.

"Jadi korban ini cakap dengan salah seorang kampung sini, namanya si Oki. Jadi, si korban ini bilang takut sama terduga pelaku. Dia bilang (korban bilang) pelaku ini akan memukulinya. Tapi karena itu dianggap si Oki ini basa saja, dia enggan menanggapinya," cetusnya.

"Si korban ini statusnya masih bersuami, suaminya masih menjalani masa hukuman di Rutan Siantar," timpalnya.

Nah, setelah korban mengungkapkan hal itu kepada Oki. Esok harinya, korban pun ditemukan tewas di dalam kamar dalam kondisi tidak wajar. "Makanya kita berharap, Polisi segera mengusut kasus ini," tandasnya.

Sementara itu, menurut keluarga korban lainnya. Saat ini terduga pelaku masih berkeliaran di sekitar pemukiman korban.