HETANEWS

Pembangunan Tugu Sang Naualuh Dilanjut Tahun Ini?

Mangkrak : Situasi dilokasi proyek pembangunan tugu Sang Naualuh di Lapangan H. Adam Malik, Kota Siantar pasca dinyatakan pemberhentian oleh Pemko Siantar.

Siantar, hetanews.com - Rencana pembangunan tugu Sang Naualuh Damanik kembali diwacanakan oleh Pemko Siantar. Informasi sementara yang diperoleh pembangunan tugu akan dilanjutkan pada tahun ini.

Informasi tersebut disampaikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan tugu Sang Naualuh, Henry J. Musa Silalahi, ditemui di Balaikota Siantar, Senin (25/2/2019) sore sekitar pukul 15.30 WIB.

Musa tampak tergesa-gesa menuju salah satu ruangan Balaikota dengan mengusung bundelan berkas ditangan kirinya. 

Disinggung mengenai kelanjutan pembangunan tugu, Ia mengatakan belum ada perkembangan terbaru terkait hasil pemeriksaan BPK Provinsi SUMUT.

"Mengenai tugu juga nya ini, rencana pembangunan tahun ini," katanya menjelaskan kehadirannya saat itu.

"Mengenai tugu belum ada perkembangan mengenai kerugian, nanti diputuskan mereka (BPK Provinsi)," kata PPK Dinas PUPR Kota Siantar ini seraya meminta pamit.

Walikota yang Tidak Berbudaya

Pengamat dari Studi Otonomi Politik dan Demokrasi (SoPo), Kristian Silitonga, dalam dialog publik evaluasi 2 Tahun Walikota Siantar Hefriansyah, di Sapadia Hotel Sabtu kemarin memandang kritis era kepemimpinan Walikota Siantar saat ini.

Menurut Kristian, dari aspek narasi kota, tugu Sang Naulauh itu harus segera diselesaikan. 

"Kalau itu (tugu) tidak jadi, bagi saya Walikota bukan sekedar tidak menjalankan program. Tapi bagi saya dia itu Walikota yang tidak berbudaya," jelas Kristian.

Dalam dialog publik yang digelar Sabtu pagi itu, Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, menilai selama dua tahun pemerintahan Walikota Hefriansyah, banyak kebijakan yang terkesan 'suka-suka'.

Fawer mencontohkan pembangunan tugu Sang Naualuh yang semula disepakati dibangun di  Lapangan Merdeka, belakangan dipindah oleh Walikota ke Lapangan H. Adam Malik dan pada akhirnya pembangunan tersebut dibatalkan.

Penulis: gee. Editor: edo.