HETANEWS

Overstay, 2 Warga Bangladesh Dideportasi Imigrasi Tanjungbalai-Asahan

Kedua warga negara Bangladesh dikeluarkan dari ruang Detensi Kantor Imigrasi kelas II TPI Tanjungbalai Asahan. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai - Asahan deportasi 2 orang warga negara Bangladesh karena  tinggal di Indonesia melebihi batas waktu yang telah ditentukan/overstay.

Kepala Kantor Imigrasi Huntal H Hutauruk yang dikonfirmasi melalui Kasubsi Informasi dan Komunikasi, Muhammad Azis mengatakan, pengungkapan orang asing ini berawal dari laporan warga pada Jumat (15/2/2019) siang.

"Warga curiga tentang keberadaan 2 orang tersebut di sebuah warung makan Jalan Sudirman Tanjungbalai,"  ujar Muhammad Azis didampingi Kasubsi Intelijen Wisli Sitompul, Jumat (22/2).

Mendapati informasi tersebut,  petugas Intelijen Keimigrasian menuju lokasi yang dimaksud dan menemukan Jakir Hossein (31) dan Farouk (25).

"Saat dilakukan pemeriksaan dokumen Keimigrasian atau Paspor diketahui bahwa izin tinggal warganegara asing tersebut melebihi batas waktu yang ditentukan," ucap Azis. 

kedua warga negara Bangladesh di Bandara Kualanamu untuk dideportasi ke negara asalnya. (foto/ferry)

Sesuai SOP dalam hal Keimigrasian, sebut Azis, keduanya dibawa ke kantor imigrasi di Jalan Sudirman untuk dilakukan proses lebih lanjut. 

Dari hasil pemeriksaan di dapat keterangan bahwa keduanya berangkat menaiki pesawat dari Bangladesh menuju Kuala Lumpur dan selanjutnya Ke Yogyakarta. Lalu ke Tanjungbalai karena di janjikan oleh agen tenaga kerja bahwa mereka akan diberangkatkan ke Malaysia untuk berkerja. 

"Kedua warga negara Bangladesh ini korban penipuan yang dilakukan oleh agen, yang kononnya akan diperkerjakan ke Malaysia," ujarnya.

Ia menambahkan, keduanya kemudian ditempatkan di  ruang Detensi Kantor Imigrasi. Selanjutnya Kamis (21/2/2019) terhadap keduanya dilakukan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) sesuai ketentuan pasal 75 ayat 1 undang undang nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian berupa pendeportasian.

Azis mengatakan, keduanya dideportasi melalui Bandara Internasional Kualanamu dengan menggunakan pesawat Malindo Air menuju Dhaka, Bangladesh, dengan terlebih dahulu transit di Kuala Lumpur.

Penulis: ferry. Editor: bt.