HETANEWS

Satu Rumah Beserta Isinya Hangus Terbakar Disambar Petir di Teluk Pakedai

Kebakaran sebuah warung, di dermaga Penyebrangan Motor air Desa Arus Deras, Kecamatan Teluk Pakedai, Kamis (21/2/2019) sekira pukul 21.30 WIB. (foto/Ist)

Teluk Pakedai, hetanews.com - Diduga disambar petir rumah warung milik H. Hapi yang berukuran 4×4 beserta satu unit sepeda motor di dalamnya hangus terbakar.

Rumah yang terbuat dari kayu itu terletak di Dermaga penyeberangan motor air Desa Arus Deras, Kecamatan Teluk Pakedai tersebut, di lahap api pada Kamis (21/2/2019) sekira pukul 21.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang diterima, api membesar setelah konsleting listrik dan di dalam Rumah warung milik H. Hapi ada tabung Gas.

"Sebelum kejadian hujan deras disertai petir mengguyur, setelah beberapa kali petir menyambar-menyambar. Tiba-tiba asap keluar dari dalam warung, selang beberapa menit kemudian api sudah besar dengan asap tebal membumbung tinggi ke atas," jelas Ahmad Masuri, Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Arus Deras,  Jumat (22/2/2019).

Beruntung api dapat dipadamkan cepat oleh pemadam kebakaran PT. MAR.

Tidak ada Korban jiwa pada kebakaran ini, namun bangunan warung yang terbuat dari papan ukuran 4x4 dan 1 unit Sepeda Motor hangus terbakar.

Tewas Disambar Petir

Dua dari tiga petani di Lamongan tewas disambar petir saat beraktivitas membajak sawah, Sabtu (10/3/2018) tewas secara bersamaan.

Keduanyanya adalah Jali (55) dan Riskiawan (25). Warga Dusun Suren Desa Bluluk, Kecamatan Bluluk Lamongan, sebelumnya sedang menutup hand traktor usia dipakai membajak.

Menurut saksi Nurhadi, Riskiawan sebelum nahas sedang membajak sawah milik mertuanya Jali. Nurhadi saat itu tidak sendirian menyelesaikannya. Namun, masih dibantu Jali, sang mertua. Saat itu sedang turun hujan. Hari sudah semakin sore.

Riskiawan mengakhiri kegiatannya dan  dilanjutkan pada esok hari. Hand traktor tetap ditempatkan di sawah dan hanya ditutup terpal agar tidak kehujanan.

Riskiawan dibantu sang mertua Jali menutup hand traktor dengan terpal. Bersamaan itu, hujan masih terus mengguyur dan dibarengi petir seolah bersautan. Nahas keduanya disambar petir dan tewas seketika di TKP.

Saksi Nurhadi yang juga sedang membajak sawah miliknya tak jauh dari sawah korban melihat langsung bagaimana keduanya tewas disambar petir.

Nurhadi tidak berusaha mendekati korban. Ia memilih pulang melaporkan peristiwa itu ke Kepala Dusun Suren, Hadi Prayitno, dan keduanya dievakuasi dibantu warga.

Hampir bersamaan, seorang korban, Suwadak (58) warga Deea Jegreg Kecamatan Modo, yakni wilayah Barat Bluluk juga ditemukan tewas akibat disambar petir.

Sebelum kejadian, korban ditemani istrinya, Kasiati (50) di sawah untuk memperbaiki pematang sawahnya menjelang tanam padi kedua.

Sore itu juga sedang turun hujan. Kasiati pamit pulang lebih awal, sementara korban tetap melanjutkan pekerjaannya.

Korban tidak perduli hujan dan petir dan harus menyelesaikan pekerjaanya, karena, Minggu (11/3) pagi besuk sudah harus ditanami padi. Belum tuntas menyelesaikan perbaikan pematangnya. Korban tewas disambar petir.

"Kematian ketiganya jelas penyebabnya, karena disambar petir," kata Pjs Subbag Humas Polres Lamongan, Iptu Sunaryono.

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.