HETANEWS

Tawarin Melayani Seks pada Korban, Agil dan Mayang Diancam 7 Tahun Bui

Dua terdakwa, Agil dan Mayang, keluar dari ruang sidang Tirta PN Simalungun, usai dituntut 7 tahun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Agil Prayuda alias Agil (18) dan Putri Mayangsari, masing-masing dituntut 7 tahun penjara oleh jaksa, Fransiska Sitorus, di PN Simalungun, Kamis (21/2/2019).

Keduanya terbukti menawarkan job (melayani seks) kepada saksi korban Bunga (nama samara,red) yang masih berusia 16 tahun. Lalu Agil bersama Mayang, mengantarkan Bunga ke Hotel Apple, di Parlanaan, pada Sabtu, 8 September 2018, lalu.

Tapi tawaran itu tidak ada paksaan dari kedua terdakwa. Karena korban dengan rela mau melayani pria hidung belang di hotel itu dan mendapat bayaran. Usai melakukan pekerjaannya, Bunga memberikan sekedar uang jajan kepada 2 terdakwa dan pergi makan.

Lalu korban dan 2 terdakwa, kembali ke Hotel Sundari. Terungkap di persidangan, meski korban belum dewasa, tapi sudah menjadi kebiasaan melayani kebutuhan seks. Karena Agil juga telah melakukan persetubuhan dengannya. Bahkan korban dengan senang hati, menerima job dari kedua terdakwa, dengan mengatakan "mau", kepada Agil saat ditawari "ada job, mau?".

Sebelumnya, Agil bersama Dimas Agus Tanjung (didakwa terpisah) dan Agung, berada dalam satu kamar dan melakukan persetubuhan.

Lalu Agil menyuruh Dimas dan Agung keluar, dan terdakwa Agil pun menyetubuhi korban, karena mengetahui, bahwa Bunga bisa dipake (melayani seks).

Tapi  Agil dan Putri Mayang, dipersalahkan jaksa  melanggar pasal 81 (3) UU RI No.17/2016 tentang perubahan kedua atas UU No.23/2002 tentang perlindungan anak.

Kedua terdakwa dalam persidangan, didampingi pengacara, Kencana Tarigan, meminta agar majelis hakim, pimpinan Roziyanti, meringankan hukumannya. Untuk putusan, persidangan ditunda hingga sepekan.

Penulis: ay. Editor: gun.