HETANEWS

Dua Pembongkar Indomaret dan Penadahnya Dituntut Bervariasi di PN Simalungun

Empat terdakwa pembobol dan penadah Indomaret saat akan meninggalkan ruang sidang. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Budi Lukito alias Budi (39), warga Perbaungan dan Hery Irawan Harahap (39), warga Batu Bara, masing-masing dituntut 4,6 tahun penjara.

Sedangkan  penadahnya, Syahruddin Syahputra alias Udin (46), warga Siantar, dituntut 3,6 tahun  dan Dedy Syahputra alias Dedi, dituntut 1 tahun penjara. Ancaman hukuman itu, dibacakan jaksa A.Vernando, di PN Simalungun, Rabu (20/2/2019).

Menurut penuntut umum, Budi Lukito dan Hery Irawan telah terbukti bersalah, melanggar pasal 363 (1) ke-4 KUH Pidana. Sedangkan Syahruddin  dan Dedy, dipersalahkan melanggar pasal 480 KUH Pidana.

Kedua terdakwa, Budi dan Hery bersama Azuari alias Johari (DPO) melakukan pencurian, di Indomaret Siborna Bahliran, jalan besar Sidamanik, Kecamatan Panei, pada Selasa, 18 September 2018, pukul 02.00 dinihari, lalu. Sebelumnya, aksi pencurian itu sudah direncanakan  para terdakwa.

Lalu bermodalkan linggis, karung goni dan besi pencongkel. Kedua terdakwa mengambil VCR, CCTV dan sejumlah barang, sedangkan Johari (DPO), mengawasi di luar toko.

Hasil curiannya dibawa ke gudang  milik Syahruddin, di jalan Simarito, Kecamatan Siantar Barat dan dijual seharga Rp.4.500.000, dengan panjar Rp.1.500.000, sisanya dibayar kemudian.

Sedangkan Udin, mengetahui jika barang barang tersebut,  merupakan hasil curian. Lalu uang tersebut dibagi 3 dan sisanya buat makan dan minum.

Beberapa Minggu kemudian, Syahruddin menjual VCR (perekam CCTV) kepada terdakwa Dedi, seharga Rp.200 ribu. Akibat perbuatan para terdakwa, PT Indomarco Prismatama, mengalami kerugian hingga 17 juta lebih.

Dalam persidangan terpisah, para terdakwa secara lisan memohon agar majelis hakim meringankan hukumannya. "Saya menyesal yang mulia, saya mohon agar saya dihukum seringan-rubgannya,"kata terdakwa secara bergantian.

Diketuai Novarina Manurung, persidangan dibantu panitera pengganti, A Manurung, ditunda hingga Senin mendatang untuk putusan.

Penulis: ay. Editor: gun.