HETANEWS

Angkot Rajawali Renggut Nyawa Ayah 2 Anak, Warga Sebut Sering Kebut-kebutan

Medan, hetanews.com-Meski sempat berjuang untuk hidup pascaditabrak angkot Rajawali, Ari Purnomo (30) akhirnya menghebuskan nafas terakhirnya setelah empat hari mendapat perawatan medis. Sedangkan sang istri, Nuri (27), usai melewati masa kritis di RS Sembiring Delitua.

"Kedua pasutri ini adalah korban kecelakaan, suaminya tewas dan istrinya sekarat. Mereka ditabrak mobil angkutan umum (angkot) Rajawali, sekarang jenazahnya sudah di kebumikan di TPU Muslim Patumbak I," ujar Nardi (50) warga Jalan Patumbak-Delitua, Dusun ll Kampung Banteng, Desa Patumbak 1, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang kepada wartawan saat ditemui di Polsek Patumbak, Selasa (19/2/2019).

Menurut informasi, peristiwa kecelakaan itu bermula ketika Pasutri pulang kerja dari PT. Tani Mas Soap Indnstries di Jalan Pertahanan Patumbak, Dusun ll, Desa Sigara-gara, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, menuju kediaman di Jalan Patumbak -Delitua, Patumbak dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio.

Saat berada di lokasi, dari arah yang berlawanan, angkot bernomor polisi BK 7366 OL berkecepatan tinggi menghantam mereka. Kedua Pasutri itu pun tepental dan terhempas ke aspal hingga bersimbah darah dengan luka cukup parah di kepala. 

Warga sekitar yang mendengar dentuman tabrakan melakukan pertolongan dengan membawa keduanya menuju RS Sembiring Delitua guna mendapat perawatan medis.

Namun, belakangan tuhan berkata lain. Empat hari dirawat di rumah sakit, tepatnya pada Selasa (19/2) pagi, sekira pukul 06.00 WIB, ayah dua anak itu menghembuskan nafas terakhir dan dikebumikan pada hari itu juga sekira pukul 11.00 WIB.

Sementara istri almarhum Ari Purnomo, sampai saat ini masih terbaring di rumah sakit tersebut dalam kondisi luka yang sangat mengenaskan.

"Rajawali ini memang sering kebut-kebutan, mereka kerap mencuri jalan orang lain," ungkapnya. 

Dalam hal ini, warga Patumbak khususnya Patumbak I meminta kepada para penegak hukum sektor Patumbak agar segera menangkap sopir Rajawali tersebut dan diproses secara hukum yang berlaku.

"Bila perlu, angkutan umum Rajawali harus dilakukan dirazia. Sebab, sudah sering kali melanggar para pengendara roda dua hingga tewas dan juga mencelakakan. Rata-rata, penumpangnya ditabrak hingga tewas," tandasnya.

Penulis: adr. Editor: bt.