HETANEWS

Tiga Pelaku Pengeroyokan Belum Ditangkap, Kuasa Hukum Korban Minta Polisi Gerak Cepat

Adam Subarkah Hutasuhut (20) diopname di Rumah Sakit Malahayati Medan. (foto/hza)

Siantar, hetanews.com - Terkait tiga pelaku pengeroyokan yang menyebabkan korban, Adam Subarkah Hutasuhut (20), terpaksa diopname di Rumah Sakit Malahayati Medan, yang belum ditangkap, mendapat perhatian khusus dari kuasa hukum korban.

Frederiq Rangkuti, selaku kuasa hukum korban yang ditemui wartawan, menyampaikan, pihaknya mendesak agar Polres Siantar segera meringkus pelaku pengeroyokan yang sampai saat ini masih berkeliaran di luar.

"Polres Siantar Sudah menerima laporan klien saya dan surat tanda penerimaan laporan (STPL) bernomor 56/II/2019/SU/STR, pada tanggal 17 Februari 2019 juga sudah keluar. Ini terkesan sangat lama dan lamban mendapat tanggapan dari pihak Polres Siantar," ujarnya ketika ditemui, Selasa (19/2/2019) siang.

Kata Frederiq lagi, kasus ini bukan kasus ringan, melainkan tindak pidana penganiayaan berat. Sampai saat ini korban penganiayaan belum sadarkan diri (koma), dikarenakan luka robek di kepalanya,  akibat hantaman batu hingga korban pendarahan di kepala, ujarnya prihatin.

"Melihat situsai korban yang sudah kritis, seharusnya pihak kepolisian bergerak cepat untuk mengamankan pelaku. Namun sampai saat ini, pelaku belum diamankan, sehingga tadi keluarga korban mendatangi Polres Siantar ke bagian unit PPA untuk mempertanyakan perkembangan laporan penganiayaan itu," ucapnya.

Hanya saja, pada saat keluarga korban mempertanyakan perkembangannya, unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) hanya meminta nomor handpohone keluarga korban, supaya nantinya unit PPA bisa komunikasi dengan keluarga korban.

Ketika keluarga korban menanyakan, mengapa sampai sejauh ini unit PPA belum gelar perkara? Sekali lagi unit PPA menyampaikan, nanti akan dikordinasikan ke pimpinan dan akan dirapatkan untuk gelar perkara, ujarnya.

"Dalam hal ini, seharusnya unit PPA secepat mungkin untuk gelar perkara, supaya bisa menangkap para pelaku, dikarenkan keluarga korban melihat para tersangka penganiaya masih berkeliaran, di seputran Jalan Seram dan Simpang Mayat," ungkapnya.

"Kita takutkan, nantinya para pelaku ini melarikan diri karena lamanya gelar perkara yang dilakukan unit PPA. Padahal, ini penganiayaan berat, sebagaimana diatur dalam pasal 170 KUHP dan pelaku harua segera ditangkap," pungkasnya.

Baca juga: Pas Malam Minggu, Remaja Ini Dikeroyok hingga Opname di Rumah Sakit

Sebelumnya diberitakan, Adam Subarkah Hutasuhut (20), warga Jalan Nagur, Kecamatan Siantar Utara, terpaksa dilarikan ke rumah sakit lantaran luka di kepala yang dialaminya, Minggu (17/2/2019), lalu.

Adam dikeroyok tiga pelaku, di depan Sekolah Dasar (SD), Jalan Singosari, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, pada Sabtu (16/2/2019), lalu.

Imam Hutasuhut, abang korban, menyampaikan, adiknya menjadi korban pengeroyokan saat melintas di lokasi kejadian dan dicakap kotori oleh pelaku.

"Adik saya dicakap kotori pada saat melintas di Jalan Singosari. Adik saya dicakap kotori. Adik saya tidak terima dan menemui pelaku," ucapnya.

Penulis: hza. Editor: gun.
Komentar 1
  • Rafka
    kenapa tetap ada terjadi seperti ini pengeroyokan??? karna sudah banyak orang tau, terjadi pengeroyokan, ditangkap, selanjutnya pelaku bisa dibebaskan, jadi preman/masyarakat yg punya tindakan seperti ini dengan sepele & mudah aja berpikir untuk melakukan hal seperti itu, karna menurut dia enak-enak aja karna gak di hukum, tidak ditindak tegas.