HETANEWS

Jufri Tewas Tertimpa Batu, Ratusan Orang Menghadiri Ibadah Pemakamannya

Ratusan orang menghadiri ibadah pemakaman Jufri Marsiano Katempuge (33), warga Desa Tateli II, Jaga IV, Kecamatan Mandolang, Minahasa, Sulawesi Utara, Selasa (19/2/2019). (foto/Dedi Manlesu)

Sulawesi, hetanews.com-Ratusan orang menghadiri ibadah pemakaman Jufri Marsiano Katempuge (33), warga Desa Tateli II, Jaga IV, Kecamatan Mandolang, Minahasa, Sulawesi Utara, Selasa (19/2/2019).

Jufri adalah korban yang tewas tertimpa batu di Desa Tateli II, Kecamatan Mandolang, tepatnya di gunung batu kompleks tambang batu PT Refifal, Senin (18/2/2019) sekitar pukul 13.00 Wita.

Banyak kerabat dan keluarga korban yang menghadiri. Lima tenda tempat duduk tidak mampu menampung sehingga yang lainnya duduk di rumah tetangga.

Terlihat dua personel TNI menjaga jalannya ibadah.

Ibadah dilayani oleh Komisi Duka Jemaat GMIM Eben Heazer Buntong, dan Khadim Pdt. Neiva E Mandey Kaligis MTh, Ketua Jemaat GMIM Eben Heazer Buntong.

Pada saat kejadian kemarin, Timotius Mahalubi (62) warga Desa Tateli II, Jaga IV Kecamatan Mandolang, sempat mendengar runtuhan batu yang menimpa Jufri Marsiano Katempuge (33).

Jufri tewas karena tertimpa batu di tambang PT Refifal.

Olah TKP di Lokasi Tewasnya Penambang Batu
Polisi olah TKP di lokasi tewasnya penambang batu.

"Kami sama-sama penambang batu, dan saat itu saya berada di sebelah, dan korban bekerja sendiri di sebelah," jelasnya di hadapan Polisi. Beberapa saat kemudian, terdengar bunyi longsor batu di sebelah tempat kerja korban.

"Saat saya pergi ke lokasi longsor, saya melihat korban terjepit dengan batu di dasar tanah, dengan kondisi sudah tidak bernyawa," ungkapnya.

Melihat hal tersebut, Timotius langsung pergi memanggil penambang-penambang batu lainnya, serta melaporkan peristiwa itu ke pihak berwajib. Pihak keluarga pun mengikhlaskan kematian Jufri Marsiano Katempuge.

Kapolsek Pineleng AKP Arie Najoan mengatakan, keluarga tidak ingin kematian korban berbuntut panjang dan ingin segera memakamkannya. "Keluarga menolak autopsi," ujar Kapolsek.

Keluarga menilai kematian korban karena kecelakaan alam. Polisi pun telah mendatangi tempat kejadian perkara. "Kami sudah mendatangi lokasi kejadian dan melihat benar peristiwa itu terjadi akibat longsornya batu di areal tambang," jelasnya.


 

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.