HETANEWS

BNNK Siantar Ringkus Dua Pengedar Ganja

Kompol Pierson Ketaren (tengah) saat gelar konfrensi pers penangkapan dua tersangka pengedar ganja, di kantor BNNK Siantar, Senin, 18 Februari 2019. (foto/gee)

Siantar, hetanews.com – Pihak Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Siantar, meringkus dua orang pengedar narkotika jenis ganja dari tempat yang berbeda, pada Rabu, 13 Februari 2019, lalu. 

Dari penangkapan tersebut, berhasil diamankan 2 Kg ganja kering dan 18 paket atau sekitar, 2,6 gram ganja yang siap diedarkan.

Kedua tersangka, yaitu, Kiki Irawadi Nasution, warga Jalan Langkat, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara dan Amirulah Marpaung alias Ameng, warga Singosari, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat.

Kasi Berantas BNNK Siantar, Kompol Pierson Ketaren, dalam keterangan persnya, di Kantor BNNK Siantar, mengatakan, penangkapan dilakukan berdasarkan informasi warga terkait penyalahguna narkotika oleh Kiki.

Pierson menjelaskan, pada saat dilakukan penangkapan terhadap Kiki, di Jalan Sidomullyo, Kelurahan Simarimbun, petugas BNNK Siantar menemukan ganja dengan seberat 2 Kg serta satu buah timbangan.

"Setelah kita interogasi dikediamannya, tersangka mengatakan, barang bukti itu sudah dipesan oleh Ameng, dan uangnya sudah diberikan. Jadi kita bersama - sama kesana," jelas Kompol Pierson, Senin (18/2/2019) siang.

Setelah berhasil  menangkap Kiki, di hari yang sama, petugas BNNK  melakukan pengembangan dan kemudian berhasil meringkus Amirulah Marpaung alias Ameng, di lokasi yang berbeda.

Dari tangan Ameng, ditemukan sebanyak 18 paket ganja kering dalam plastik kantongan yang siap untuk diedarkan. 

"Kalau pengakuan dua tersangka ini, mereka yang terlibat kurir dan kepemilikan ada sebanyak 3 orang. Dua kurir dan satu orang lagi yang kita tidak ketahui alamatnya," pungkasnya.

Pada gelar konfrensi pers ini, Ameng mengaku menjual satu paket ganja kering siap pakai itu, senilai Rp.10 ribu kepada konsumennya yang kebanyakan supir. 

"Harganya sepuluh ribu, transaksinya sering di sungai," kata Ameng.

Kompol Pierson menambahkan, narkotika jenis ganja yang didapati dari Kiki, bersumber dari seorang bernama 'Asuh' yang tinggal di Kota Tebingtinggi.

"Pengakuan Kiki, itu didapat dari Asuh, di Tebing. Tapi pengakuannya, dia gak kenal orangnya dan gak pernah ketemu," kata Pierson menambahkan.

BNNK menetapkan status keduanya adalah bandar atau pengedar. Kedua tersangka ini dijerat pasal 114 ayat (2) subs Pasal 111 ayat (2) UU RI No.35 Tahum 2009 tentang Narkotika.

Penulis: gee. Editor: gun.