HETANEWS

Pengamat E-Commerce: Unicorn Penting Buat Ekonomi Digital Indonesia

Jakarta, hetanews.com - Pengamat e-commerce Daniel Tumiwa menyayangkan pernyataan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto tentang pentingnya unicorn. Unicorn adalah perusahaan rintisan digital yang memiliki valuasi lebih dari USD 1 miliar.

"Ngeri punya capres tidak tahu apa itu Unicorn, apa pentingnya unicorn bagi ekonomi digital Indonesia. Justru yang dikomentari adalah kepemilikan perusahaan-perusahaan online," ujar Daniel kepada Merdeka.com, Senin (18/2).

Menurutnya, investasi ke online sejatinya ada aturannya. Pun demikian uang yang masuk dari investor yang diberikan kepada start-up belum tentu sukses.

"Uang tidak bertuan. Uang masuk sebagai investasi. Belum tentu sukses. Bahkan 99 persen gagal dan tutup. Jadi penuh resiko. Alibaba investornya Amerika dan Jepang. Bukan China," ungkap Daniel.

Jika pemahaman capres Prabowo demikian, lanjut mantan CEO OLX ini, bukan hanya memprihatinkan saja, tetapi mengerikan. Sebab dengan laju perkembangan digital saat ini, semua sektor akan terdigitalisasi.

"Ini bicara masa depan bangsa. Mayoritas semua sektor akan terdigitalisasi. Nilai perusahaan digital itu patokan sukses adalah Unicorn," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, dalam debat capres putaran kedua semalam, Minggu (17/2), capres Prabowo mengkhawatirkan munculnya unicorn dan teknologi hebat yang justru semakin deras membawa uang Indonesia lari ke luar negeri.

"Hal-hal mendasar dalam perekonomian Indonesia bahwa terjadi disparitas. Hanya segelintir orang, kurang dari 1 persen menguasai lebih dari setengah kekayaan kita. Jadi kalau ada unicorn dan teknologi hebat, saya khawatir ini justru lebih mempercepat nilai tambah dan uang-uang kita keluar negeri. Ini yang saya khawatir," kata Prabowo.

"Silakan ketawa. Tapi ini masalah bangsa. Kalau kita tidak hati-hati dengan antusiasime internet, e-commerce dan e- ini e- itu, saya khawatir ini juga bisa mempercepat arus larinya uang ke luar negeri ini. Ini saya bukan pesimistis. Ini saya ingin menggugah kesadaran bahwa sistem sekarang ini, memungkinkan uang kita lari ke luar negeri," tambah mantan Danjen Kopassus itu. 

sumber: merdeka.com

Editor: sella.