HETANEWS.COM

Poldasu Jadwalkan Pemanggilan Ketua KNPI Sumut

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto. (Net)

Medan, hetanews.com - Ketua KNPI Sumut, Sugiat Santoso yang menyebutkan kasus PT Anugerah Langkat Makmur (ALAM), merupakan bentuk kriminalisasi terhadap keluarga H Anif, melalui medsos, langsung ditanggapi serius pihak Polda Sumatera Utara (Sumut), dan akan melakukan pemanggilan atas pernyataannya tersebut.

Untuk mempertanggung jawabkan pernyataannya, Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, didampingi Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus), Kombes Pol Rony Samtana, mengaku akan melakukan pemeriksaan terhadap Sugiat.

"Sudah, untuk Ketua KNPI Sumut sudah tahap penyidikan,"ungkapnya kepada wartawan, Minggu (17/2/2019).

Tambah Agus, Polda Sumut sudah melayangkan surat pemanggilan pertama terhadap Sugiat. Pemanggilan tersebut, ujar dia, dijadwalkan pada minggu awal, pekan ini.

"Jadwalnya, kalau nggak Senin, ya Selasa ini akan kita periksa," jelasnya.

Jenderal bintang dua ini, menjelaskan, dalam pemanggilan terhadap Sugiat, status pemeriksaannya masih ditetapkan sebagai saksi. Namun, sambungnya, dalam kasus ini, penyidik juga akan memanggil saksi-saksi lainnya.

"Jadi bukan tahap penyelidikan lagi, tapi sudah pada tingkat penyidikan," tegasnya.

Seperti diketahui, pasca Polda Sumut menetapkan Musa Idishah (Dody Shah) sebagai tersangka dalam kasus alih fungsi lahan hutan lindung di Kabupaten Langkat oleh PT ALAM, Ketua KNPI Sumut, Sugiat Santoso, angkat bicara.

Dimana ia menilai, tindakan tersebut sebagai bentuk kriminalisasi kepada keluarga H Anif, karena Dody merupakan anak dari H Anif dan adik kandung Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah (Ijeck).

Sugiat menyatakan, kasus yang menimpa Dody tersebut dinilai aneh dan terkesan mencari-cari kesalahan. Terlebih kasus ini baru muncul pasca berakhirnya Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) dan menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Jangan sampai ada kriminalisasi kepada keluarga H Anif jelang pilpres. Ini akan memicu reaksi masyarakat," katanya melalui keterangan tertulisnya, Jumat (1/2/2019), lalu.

Baca juga: Puluhan Saksi Baru Diperiksa Poldasu Terkait Kasus Adik Wagubsu

Sugiat mengatakan, keluarga H Anif dikenal sebagai pengusaha pribumi yang sudah banyak membantu masyarakat. Mulai dari membantu pembangunan di bidang pendidikan, masjid, madrasah, pesantren dan membantu kegiatan sosial keagamaan lainnya.

Bahkan sejak tahun 2000-an, keluarga ini juga konsisten melaksanakan program bersih masjid, di hampir seluruh kabupaten/kota se-Sumut. Ada ribuan masjid yang sudah mendapat program ini.

"Jadi jika ada pihak pihak yang coba mengusik keluarga H Anif, maka itu sama halnya dengan mengganggu ketentraman dan mengusik masyarakat Sumut, khususnya umat Islam," tuturnya.

Penulis: adr. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan